Musim Kemarau, Warga Ile Ape Mulai Menjerit Kekurangan Air

Warga Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata khususnya yang berada di Desa Tagawiti, Beutaran, Dulitukan, Palilolon, dan Kolipadan kekurangan air bersih

POS-KUPANG.COM/ RICARDUS wAWO
Warga Desa Tagawiti sedang menimba air di salah satu sumur. Gambar diabadikan Rabu (2662019) 

Musim Kemarau, Warga Ile Ape Mulai Menjerit Kekurangan Air

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo

POS-KUPANG.COM | KUPANG- Warga Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata khususnya yang berada di Desa Tagawiti, Beutaran, Dulitukan, Palilolon, dan Kolipadan mulai merasakan kekurangan air bersih saat musim kemarau.

Kondisi ini selalu mereka alami setiap tahun. Untuk mengatasi hal ini, setiap hari mereka harus membeli air tangki dengan harga yang cukup mahal.

Bernadus Tena, Sekretaris Desa Tagawiti, mengatakan bila ingin memesan satu tangki air untuk kebutuhan satu rumah tangga, warga harus mengeluarkan uang sebesar Rp350 ribu.

HUT Ke-73 Bhayangkara Polres Lembata Sumbang Air Bersih di Dua Desa di Ile Ape

Jika tidak, mereka hanya membeli air Rp15 ribu per drum dari tangki air yang setiap hari berkeliling di kampung mereka menjual air bersih.

Menurut dia, kebutuhan air dalam rumah tangga sangat tinggi. Satu drum air tentu saja tidak cukup dimanfaatkan untuk semua keperluan rumah tangga.

"Air untuk minum selalu jadi prioritas," kata Bernadus.

Ia juga prihatin karena setiap musim kemarau pengeluaran untuk membeli air sangat besar. Secara matematis, dia menghitung, seminggu dia harus mengeluarkan uang air Rp90 ribu.

Camat Nangaroro Akui Warganya Masih Kesulitan Akses Air Bersih

Dalam sebulan Rp360 ribu sudah pasti dikeluarkan dari kantong untuk kebutuhan air. Tapi ini baru jumlah minimal.

Halaman
12
Penulis: Ricardus Wawo
Editor: Adiana Ahmad
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved