Ketua PMII Cabang Kupang Harap Pos Kupang Online Tetap Jaga Kredibilitas dan Independensi

Ketua PMII Cabang Kupang Harap Pos Kupang Online Tetap Jaga Kredibilitas dan Independensi

Ketua PMII Cabang Kupang Harap Pos Kupang Online Tetap Jaga Kredibilitas dan Independensi
POS-KUPANG.COM/Gecio Viana
Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Kupang, Hasnu Ibrahim 

Ketua PMII Cabang Kupang Harap Pos Kupang Online Tetap Jaga Kredibilitas dan Independensi

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Harian Umum Pos Kupang dengan media online yang dimiliki yakni kupang.tribunnews.com diharapkan tetap menjaga kredibilitas dan independensi media, Selasa (18/6/2019).

Demikian disampaikan Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Kupang, Hasnu Ibrahim ketika dihubungi pada Selasa sore.

Lengkapi Berkas Kasus Pembunuhan Yongki, Polres TTS Gelar Rekonstruksi, Ini Fakta yang Terungkap

"Ke depannya Pos Kupang online (kupang.tribunnews.com) tetap menjaga kredibilitas dan independensi dari media sehingga ke depannya pos Kupang sana dengan media-media yang lain," ujarnya.

Diakuinya, sejauh ini Pos Kupang dilihatnya sebagai media yang mengambil posisi netral dalam pemberitaannya.

"Artinya bagi saya yang sering membaca berita dari Pos Kupang masih netral dan berimbang," katanya.

Istri dan Anak Syok Dengar Korban Yulius Meninggal Seusai Lompat dari Atas KMP Inerie II

Selain itu, alumni Universitas Muhamadiyah Kupang ini juga mengungkapkan, menjamurnya media online di Provinsi NTT menjadi suatu keharusan karena perkembangan teknologi dan informasi.

Namun, baginya tidak semua media online yang ada dinilai berpihak pada kebenaran atau fakta.

"Banyak juga media online yang dimanfaatkan untuk kepentingan tertentu dan penuh dengan kepentingan," imbuhnya.

"Sehingga kami punya harapan media (media online) sebagai penyambung lidah masyarakat maupun pemberi informasi harus sesuai fakta-fakta yang sesuai dengan peristiwa atau kejadian," katanya.

Menurutnya, media juga diharapkan menerapkan prinsip keberimbangan dalam suatu peristiwa atau kejadian.

Sehingga, lanjut Hasnu, masyarakat sebagai pembaca mendapatkan informasi dari beberapa pihak yang valid dan dapat dipercaya.

"Apabila dalam pemberitaan terkait kasus, misalnya saat mahasiswa melakukan demonstrasi ke DPR. Selain meminta informasi dari mahasiswa. Media juga diharapkan untuk melakukan konfirmasi ke pihak DPR sehingga valid dan tidak sepihak atau berimbang," katanya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gecio Viana)

Penulis: Gecio Viana
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved