Ini 5 Fakta Bom Bunuh Diri di Sukoharjo, Pelaku Berbaiat dengan ISIS hingga Nyicil Beli Komponen Bom
Menurut keterangan Kapolda Jawa Tengah, Irjen Rycko Amelza Dahniel, pelaku adalah Rofik Asharudin (22), warga Kranggan Kulon, Wirogunan, Kartasura.
Dari hasil investigasi rekaman tersebut, Kapolda Jawa Tengah menegaskan bahwa pelaku RA beraksi sendirian dan tidak memiliki jaringan.
"Hasil investigasi sudah terungkap, sudah selesai, dan sudah terungkap," tuturnya.
Ia mengatakan, dari hasil pemantauan rekaman CCTV dan hasil investasi tim Gegana Polri, ledakan yang terjadi tidak sempurna.
"Dia sendiri sepertinya juga kaget, merakit juga tidak sempurna sehingga lukanya hanya di sekitar tempat dia menyimpan bom panci, di perut dan di tangan. Sejauh ini sudah dilakukan penahanan, kondisi makin baik karena lukanya tidak serius," ujarnya.
5. Buya: Pelaku korban ideologi impor

Buya Syafii Maarif, saat menjadi pembicara di Seminar Internasional Islam Indonesia di Pentas global : Inspirasi Damai Nusantara untuk Dunia, yang digelar di Balai Senat UGM, Jumat (25/01/2019)(KOMPAS.com / WIJAYA KUSUMA)
Buya Syafii Maarif mengaku prihatin terkait aksi bom bunuh diri di Kartasura, Sukoharjo. Buya juga menyampaikan pelaku aksi teror tersebut adalah orang yang kalap.
"Yang kita sedih itu mereka memakai agama. Seakan-akan itu perintah Tuhan," ujar Buya Syafii Maarif saat ditemui, Selasa (4/6/2019).
Buya menyampaikan, Islam dan agama pada umumnya itu untuk membangun peradaban. Agama bukan untuk membangun kebiadaban.
Orang-orang yang melakukan terror, lanjutnya, salah satunya karena terpengaruh ideologi luar. Padahal, ideologi tersebut di tempat asalnya justru berantakan.
"Terpengaruh ideologi impor yang di asalnya berantakan tapi di sini laku, itu kan aneh," tegasnya. *
Artikel ini telah tayang di Kompas.com: https://regional.kompas.com/read/2019/06/07/18204921/5-fakta-bom-bunuh-diri-di-sukoharjo-pelaku-berbaiat-dengan-isis-lewat-medsos?page=all