Ini 5 Fakta Bom Bunuh Diri di Sukoharjo, Pelaku Berbaiat dengan ISIS hingga Nyicil Beli Komponen Bom

Menurut keterangan Kapolda Jawa Tengah, Irjen Rycko Amelza Dahniel, pelaku adalah Rofik Asharudin (22), warga Kranggan Kulon, Wirogunan, Kartasura.

Editor: Alfred Dama
KOMPAS.com/LABIB ZAMANI
Sejumlah petugas bersiaga di sekitar lokasi dugaan bom bunuh diri di Pos Polisi Kartasura Polres Sukoharjo, tepatnya di Tugu Kartasura, Selasa (4/6/2019) dini hari. 

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo mengungkapkan, mulanya saksi melihat pelaku mendekati pos sekitar pukul 22.35 WIB.

"Saksi melihat pelaku itu sedang berjalan mengarah ke pos pukul 22.35 dengan kaos hitam dan celana jeans serta menggunakan headset," ungkap Dedi, saat konferensi pers di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (4/6/2019).

Setelah itu, pelaku RA (22) duduk di depan trotoar. Sekitar 10 menit kemudian, ledakan terjadi. Personel Polri beserta saksi yang saat kejadian sedang membantu memasang lampu di pos pun segera keluar untuk menghindari ledakan susulan.

Setelah itu, pada hari Selasa pukul 01.25 WIB, tim menggeledah kediaman pelaku di rumah orangtuanya.

Dari penggeledahan ditemukan 2 plastik berisi belerang, 1 plastik berisi potasium klorat, kemudian dua boks berisi campuran belerang dengan potasium klorat dan arang atau black powder.

3. Pelaku dibaiat ISIS via media sosial

Sejumlah petugas bersiaga di sekitar lokasi dugaan bom bunuh diri di Pos Polisi Kartasura Polres Sukoharjo, tepatnya di Tugu Kartasura, Selasa (4/6/2019) dini hari.
Sejumlah petugas bersiaga di sekitar lokasi dugaan bom bunuh diri di Pos Polisi Kartasura Polres Sukoharjo, tepatnya di Tugu Kartasura, Selasa (4/6/2019) dini hari. (KOMPAS.com/LABIB ZAMANI)

Sejumlah petugas bersiaga di sekitar lokasi dugaan bom bunuh diri di Pos Polisi Kartasura Polres Sukoharjo, tepatnya di Tugu Kartasura, Selasa (4/6/2019) dini hari.

Terduga pelaku pembawa bom yang terjadi pada Senin (3/6/2019) malam tersebut kritis dan masih mendapat perawatan medis.

Irjen Rycko Amelza Dahniel menyatakan, pelaku peledakan di Simpang Tiga Tugu Kartasura pada Senin (3/6/2019) malam, berbaiat kepada pimpinan ISIS Abu Bakar Al Baghdadi melalui media sosial.

"Selanjutnya dia mulai menerima berbagai doktrin, berbagai pencerahan-pencerahan katanya, akhirnya di akhir tahun 2018 di berbaiat kepada Al Baqhdadi," kata Kapolda di Solo, Rabu (5/6/2019), seperti dikutip Antara.

Ia mengatakan, melalui media sosial juga pelaku diajarkan tentang alat-alat kekerasan, termasuk membuat petasan.

"Dia juga diajarkan bagaimana merakit bom dalam skala kecil seperti yang kemarin itu," ungkapnya.

4. Polisi selidiki rekaman kamera CCTV

Ilustrasi CCTV lalu lintas. (MAULANA MAHARDHIKA)

Selain menyelidiki barang bukti dan keterangan para saksi, polisi juga mempelajari rekaman kamera CCTV di sekitar lokasi.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved