Rabu, 22 April 2026

8 Tradisi Lebaran yang Unik dari Berbagai Belahan Dunia, Ada Ramadhan Bayram dari Turki

Lebaran, Idul Fitri, atau yang dikenal masyarakat dunia sebagai Eid, merupakan hari yang paling ditunggu-tunggu oleh umat Islam di seluruh dunia.

Penulis: Agustinus Sape | Editor: Agustinus Sape
gooyadaily
Tokhm-Jangi 

Negara yang terletak di Afrika ini juga merayakan tradisi menjelang Lebaran tiba. Mereka juga melakukan shalat Ied dan bersilaturahmi terhadap keluarga.

Bedanya, hari kemenangan di Tunisia diisi oleh tari-tarian dan bermain musik. Selain itu momen Lebaran juga digunakan untuk memakan roti khas, yaitu Baklawa dan Kaak.

Anak-anak di sana juga mendapatkan uang dan makanan setelah shalat Ied. Setelah itu melakukan kunjungan ke rumah orang yang lebih tua untuk silaturahmi.

7. Indonesia (Mudik dan Sungkeman)

Setelah shalat Idul Fitri 1434 H di Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis (8/8/2013), Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Negara Ny Ani Yudhoyono menggelar acara sungkeman dengan keluarga di Istana Negara.
Setelah shalat Idul Fitri 1434 H di Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis (8/8/2013), Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Negara Ny Ani Yudhoyono menggelar acara sungkeman dengan keluarga di Istana Negara. (KOMPAS.com/Sandro Gatra)

Indonesia memiliki keragaman tradisi mudik yang paling banyak. Sebelum Lebaran datang, digunakan untuk perantau kembali ke kampung halamannya. Biasanya momen ini dikenal dengan istilah "Mudik".

Tak hanya dilakukan oleh perantau saja, orang-orang juga kembali ke kampung halaman atau berkunjung ke sanak keluarganya.

Setelah shalat Ied, biasanya mereka melakukan sungkeman. Ini merupakan tradisi meminta maaf kepada orang yang lebih tua, yang dilakukan dengan cara membungkukkan badan.

8. Suriname

Mirip dengan Indonesia, di Suriname, Idul Fitri dinyatakan sebagai sebagai hari libur Nasional. Saat lebaran tiba, mereka menggelar salat Ied di lapangan pusat kota. Dilanjutkan dengan saling silaturahmi dan bersalam-salaman.

Dilansir dari viva.co.id, sehabis bersalam-salaman, mereka akan menikmati hidangan makanan khas yang sudah disiapkan yakni Bodo Kupat.

Mirip dengan tradisi jawa, sajian Bodo Kupat saat lebaran berupa ketupat, lontong opor, dan soto. Aneka jajanan khas Jawa seperti gethuk, jadah, waji, krupuk, dan peyek juga dihidangkan untuk melengkapi menu utama Bodo Kupat.

Sebagian penduduk yang merayakan Lebaran, menambahkan sejumlah atraksi seni untuk memeriahkan Bodo Kupat seperti Jaran Kepang bahkan acara dansa. Termasuk juga membunyikan petasan dan kembang api sebagai tanda datangnya Idul Fitri.

Meski di Indonesia tradisi Bodo Kupat atau Kupatan di Jawa adalah hal yang biasa, namun bagi sebagian besar penduduk Suriname, tradisi Bodo Kupat yang dilakukan umat Islam Suriname saat lebaran terbilang cukup unik.

(Kompas.com/viva)

Sumber: Kompas.com
Halaman 3/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved