Kerusuhan Jakarta
Polisi Tetapkan 257 Tersangka Provokator Kerusuhan Aksi Jakarta, Disetting di Sunda Kelapa
Polisi Tetapkan 257 Tersangka Provokator Kerusuhan Aksi Jakarta, Kerusuhan Sudah Disetting di Sunda Kelapa
Penulis: Bebet I Hidayat | Editor: Bebet I Hidayat
"Jadi sudah disetting ada yang membiayai, dan sudah dipersiapkan. Ada busur, ada batu yang sudah tertata di pinggir jalan. Kami sedang memburu siapa yang menyiapkan barang-barang tersebut," kata Argo.
Para tersangka kasus kerusuhan ini akan dikenakan pasal 170 KUHP, 212 KUHP, 214 KUHP, 218 KUHP.
Di Papua, Massa Bakar 2 Ruko
Selain membakar Mapolsek Waghete, Kabupaten Deiyai, Papua, massa juga membakar dua ruko di Papua. Polisi juga mendapat laporan adanya dugaan tindakan asusila kepada tiga wanita, Selasa (21/5/2019).
Peristiwa ini tak terkait dengan aksi 22 Mei, dimana ada aksi massa yang menolak hasil Pemilu 2019.
"Masih kita dalami apakah ini diperkosa atau yang lain. Ini (sumbernya) dari laporan masyarakat," ujar Kabid Humas Polda Papua, Kombes AM Kamal, di Kota Jayapura, Rabu (22/05/2019), seperti dikutip dari Kompas.com.
Kini aparat kepolisian gabungan berjumlah satu kompi sudah mengamankan lokasi kejadian dan daerah di sekitarnya.
Kepolisian juga memperketat pengamanan di beberapa kantor polisi yang ada di Deiyai guna mengantisipasi adanya amukan massa susulan.
"Ada beberapa polsek di sekitar TKP juga sudah diamankan oleh Polres Paniai," katanya.


Wiranto: Kami Sudah Tahu Dalang Kerusuhan
Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto mengatakan, pemerintah sudah mengetahui dalang dari aksi kerusuhan yang terjadi setelah unjuk rasa di depan Kantor Bawaslu, Jakarta, Selasa (21/5/2019).
Wiranto memastikan, aparat keamanan akan bertindak tegas. Hal itu disampaikan Wiranto dalam jumpa pers di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Rabu (22/5/2019).
"Kami sebenarnya, dari hasil investigasi saat ini, sudah tahu dalang aksi tersebut. Aparat keamanan dengan seluruh kekuatan akan bertindak tegas secara hukum," kata Wiranto, seperti dikutip dari Kompas.com.
Wiranto mengatakan, berdasarkan rangkaian peristiwa hingga kerusuhan pecah, pihaknya melihat ada upaya membuat kekacauan nasional.

Hal itu, kata dia, terlihat dari pernyataan tokoh-tokoh yang kemudian menyalahkan aparat keamanan atas jatuhnya korban jiwa.