Renungan Harian Kristen Protestan
Renungan Harian Kristen Protestan 16 Mei 2019
Sifat alami tersebut diimplementasikan dalam tindakan nyata melalui tingkah laku yang baik, jujur, bertanggung jawab, adil, menghormati orang lain
"Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar. 2 Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang.
Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama,
3 tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik,
4 suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah.
5 Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!
6 Sebab di antara mereka terdapat orang-orang yang menyelundup ke rumah orang lain dan menjerat perempuan-perempuan lemah yang sarat dengan dosa dan dikuasai oleh berbagai-bagai nafsu,
7 yang walaupun selalu ingin diajar, namun tidak pernah dapat mengenal kebenaran.
8 Sama seperti Yanes dan Yambres menentang Musa, demikian juga mereka menentang kebenaran. Akal mereka bobrok dan iman mereka tidak tahan uji.
9 Tetapi sudah pasti mereka tidak akan lebih maju, karena seperti dalam hal Yanes dan Yambres, kebodohan merekapun akan nyata bagi semua orang."
Itulah sebabnya sebagai orang beriman pada masa kini nasehat Rasul Paulus ini penting bagi kita untuk menjadikan Kitab Suci sebagai acuan
dan ukuran hidup dalam berhadapan dengan manusia-manusia jahat seperti yang dilukiskan di atas itu.
Kitab Suci dapat memberi hikmat kepada kita dan menuntun kita kepada keselamatan, artinya, ia menjadi pedoman yang pasti dalam perjalanan kita menuju kehidupan kekal.
Kitab suci adalah mercusuar yang menerangi di tengah kegelapan agar ketika berlayar mengarungi kehidupan kita tidak menabrak karang.
Kitab suci adalah kompas bagi kita agar kita tidak tersesat di hutan belantara kehidupan ini.
Menurut Matthew Henry Commentary "Kitab Suci itu bermanfaat untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.
Kitab Suci mengajar kita dalam kebenaran, menegur kita atas perbuatan yang keliru, membimbing kita kepada yang baik. Kitab Suci itu berguna dalam segala hal, sebab kita semua perlu diajar, diperbaiki, dan ditegur".
Media apapun hanya sebagai penolong untuk kita mendapat informasi, tetapi toh semuanya itu harus tetap diuji dan diterangi oleh Firman Tuhan yang terkadung dalam kitab suci.
Kitab Suci menjadi sumber primer, sumber yang lebih baik dan dapat dipercaya untuk patokan hidup orang kristen dalam hidup berbangsa dan bernegara. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/pendeta-messakh-dethan-2.jpg)