Sabtu, 25 April 2026

Renungan Harian Kristen Protestan

Renungan Harian Kristen Protestan 16 Mei 2019

Sifat alami tersebut diimplementasikan dalam tindakan nyata melalui tingkah laku yang baik, jujur, bertanggung jawab, adil, menghormati orang lain

Editor: Ferry Jahang
DOK PRIBADI
Pendeta Messakh Dethan 

Karena kitab suci memilki kualifikasi unik yang terandalkan yang menuntun orang ke dalam pengalaman keselamatan Allah dalam iman kepada Yesus Kristus sang penyelamat.

Bagi Paulus kitab suci adalah theopneustos (bahasa Yunani artinya nafas Allah, bandingkan Mazmur 33:6) yang memiliki legitimasi untuk pendidikan moral bagi orang beriman dan juga sebagai ukuran dari setiap perbuatan baik.

Itu artinya apa? Artinya bahwa ukuran kebenaran bukan menurut media sosial (whattsapp, twitter, Facebook, Youtube, etc), media mainstream, kepentingan partai atau euforia partai

dan pengkultusan individu tertentu yang menyesatkan dan membohongi publik, tetapi menurut kitab suci sebagai theopneustos atau nafas Allah itu dan inspirasi Allah itu.

Kitab suci berasal dari Allah dan diinspirasikan dari Allah, sedangkan yang lain itu berdasarkan pesanan dan orderan orang-orang dari berbagai kepentingan yang belum tentu sesuai keadilan dan kebenaran.

Apa yang berasal dari Allah berguna dan tidak seorang pun yang dapat menolaknya. Orang yang dibentuk oleh kitab suci akan mempunyai kemampuan bukan hanya untuk mampu melihat mana yang benar dan salah,

mana yang hoax dan bukan, mana janji bohong dan bukan, mana kecurangan dan bukan, tetapi juga memiliki keberanian untuk menasehati dan menegur yang salah dan yang telah menyimpang dari keadilan dan kebenaran.

Rasul Paulus meminta Timothius untuk memperhatikan hal-hal ini sebagai bagian dari karakter kristiani yang bersumber dari kitab suci dan dengan tegas ia katakan dalam 2 Timothius 4: 1 dan 2

"Di hadapan Allah dan Kristus Yesus yang akan menghakimi orang yang hidup dan yang mati, aku berpesan dengan sungguh-sungguh kepadamu demi penyataan-Nya dan demi Kerajaan-Nya:

2 Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran."

Karakter kristiani ini penting bagi Timothius untuk menghadapi penyesatan dan kebohongan masal yang dilakukan oleh guru-guru palsu yang telah dibayar, para penguasa lalim dan jahat, orang-orang yang bermental curang dan suka berbohong, lihat 2 Timothius 4:3-4.

"3 Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya.

4 Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng."

Rasul Paulus sudah mengingatkan Timothius sebelumnya dalam 2 Timothius 3:1-9 akan manusia-manusia jahat (seperti hamba uang, pembual, sombong, pengkhianat, tukang fitnah, ibadah hanya pencitraan,

memanfaatkan rakyat kecil yang lemah, menentang kebenaran Allah dan tidak memiliki akal sehat) yang akan muncul pada akhir zaman dengan segala kebohongan dan kecurangan mereka:

Halaman 3/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved