Sabtu, 25 April 2026

Renungan Harian Kristen Protestan

Renungan Harian Kristen Protestan 16 Mei 2019

Sifat alami tersebut diimplementasikan dalam tindakan nyata melalui tingkah laku yang baik, jujur, bertanggung jawab, adil, menghormati orang lain

Editor: Ferry Jahang
DOK PRIBADI
Pendeta Messakh Dethan 

sehingga orang beriman tidak lagi mampu membedakan mana hoax dan fakta yang harus diikuti; mana "berita orderan dan pesanan" yang sudah diplintir dan digoreng untuk kepentingan tertentu dan mana yang jujur ungkap fakta apa adanya,

bahkan berita hoax yang digoreng sampai hangus sekalipun, tetapi mau saja diinternalisasi sebagai karakter seseorang.

Dari segi iman Kristen, Rasul Paulus mengatakan pembentukan karakter orang beriman hanya boleh bersumber pada Kitab Suci dan bukan pada hal-hal lain,

apalagi kalau itu kepentingan idiologi dari partai tertentu, dari media-media sosial atau media mainstream,- yang tidak jujur dan tidak bertanggungjawab.

Dalam surat 2 Timotius 3: 10-17 Rasul Paulus menasehati Timotius untuk menyerahkan pembentukan karakternya hanya pada Kitab Suci yang mampu mendidik orang dalam kebenaran.

"10 Tetapi engkau telah mengikuti ajaranku, cara hidupku, pendirianku, imanku, kesabaranku, kasihku dan ketekunanku.

11 Engkau telah ikut menderita penganiayaan dan sengsara seperti yang telah kuderita di Antiokhia dan di Ikonium dan di Listra. Semua penganiayaan itu kuderita dan Tuhan telah melepaskan aku dari padanya.

12 Memang setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya,

13 sedangkan orang jahat dan penipu akan bertambah jahat, mereka menyesatkan dan disesatkan.

14 Tetapi hendaklah engkau tetap berpegang pada kebenaran yang telah engkau terima dan engkau yakini, dengan selalu mengingat orang yang telah mengajarkannya kepadamu.

15 Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus.

16 Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.

17 Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik."

Apa yang dibicarakan di sini menurut A.M Stibbs (A.M Stibbs, 2 Timothy, dalam New Bible Commentary, Third Edition, Guthrie, dkk, Inter Varsity Press, Leicester-Endgkand, 1970, hlm., 1181) adalah penegasan Rasul Paulus

tentang nilai dari kitab suci kepada Timothius yang telah dipelajarinya sejak kecil yang harus dipedomaninya dan sebagai arah dari langkah hidunya.

Halaman 2/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved