Ganti Indentitas Diri, 13 Calon PMI Sikka Gagal Test ISC

Beberapa tahun lalu, 13 tenaga kerja ilegal asal Kabupaten Sikka di Pulau Flores, Propinsi NTT merantau secara ilegal ke Malaysia

Ganti  Indentitas Diri,  13  Calon PMI  Sikka Gagal  Test ISC
POS-KUPANG.COM/Eginius Mo'a
Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo menyampaikan penjelasan kepada wartawan usai sidang di Gedung DPRD Sikka, di Kota Maumere, Pulau Flores, Propinsi NTT, Senin (11/2/2019). 

Ganti  Indentitas Diri,  13  Calon PMI  Sikka Gagal  Test ISC

Laporan  wartawan  POS-KUPANG.COM, Eginius  Mo’a

POS-KUPANG.COM | LARANTUKA- Beberapa  tahun lalu,  13   tenaga  kerja  ilegal asal  Kabupaten Sikka  di  Pulau  Flores, Propinsi  Nusa Tenggara  Timur   (NTT)  merantau secara  ilegal  dan   bekerja  di  Malaysia.

Identitas diri dipalsukan  agar  bisa mendapatkan paspor bekerja di Malaysia.  Kini  mereka telah kembali ke Sikka  dan  mau ingin  kembali  lagi  ke  Malaysia. Namun   ke-13  orang  itu gagal  dalam  pemeriksaan Imigrasi  Security  Centre (ISC) di Imigrasi  Pusat.

“Ada  13  orang  yang mendaftar ke saya.  Semuanya  mantan tenaga  kerja ilegal,  kali ini mau kembali  bekerja di Malaysia, tapi  gagal di  ISC. Identitasnya  dirubah  ketika mereka  bikin  paspor di  Nunukan,”  kata  Kepala Cabang Pelaksana Penempatan Tenaga  Kerja  Indonesia Swasta NTT  PT Anugerah Diantas,  John Betty, kepada POS-KUPANG.COM, Kamis   (11/4/2019) di Maumere.

Dua Desa Kantong PMI di Sikka Diusul Jadi Desa Migran Produktif

Walikota Kupang Serahkan 16 Ribu KTP untuk Warga Kupang

John mengatakan,  hanya  satu peserta yang lolos  ISC. Saat ini  sedang  diurus berbagai  dokumennya melalui Layanan Terpadu  Satu Atap  (LTSA)  di  Dinas Tenaga Kerja  dan Transmigrasi  Sikka. (*)

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Adiana Ahmad
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved