Cari Signal Telkomsel, Warga Mahu, Kabupaten Sumba Timur Harus Tempu Jarak 80 KM

Akibat ketiadaan listrik, warga delapan desa di Kecamatan Mahu harus menempuh 80 jarak 80 kilo meter untuk dapat sinyal Telkomsel

Penulis: Robert Ropo | Editor: Adiana Ahmad
POS-KUPANG.COM/ROBERT ROPO
Tokoh masyarakat Kecamatan Mahu Lunji Kaborang sedang memberikan keterangan 

Cari Signal Telkomsel, Warga Mahu, Kabupaten Sumba Timur Harus Tempu Jarak 80 KM 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo

POS-KUPANG.COM | WAINGAPU- Penderitaan warga delapan Desa di Kecamatan Mahu, Kabupaten Sumba Timur, Propinsi NTT bukan hanya dengan hidup dalam gelap gulita pada malam hari. Akibat ketiadaan listrik, mereka harus berjalan 80 kilo meter agar bisa berkomunikasi jarak jauh menggunakan telepon genggam.

Hal itu disampaikan Tokoh masyarakat asal Kecamatan Mahu, Lunji Kaborang kepada POS-KUPANG. COM, Minggu (31/3/2019).

Lunji mengatakan, hampir semua wilayah di Kecamatan Mahu tidak ada jaringan Telkomsel. Untuk memperoleh jaringan atau signal telkom. Warga terpaksa mencari signal telekomunikasi sampai dengan jarak 80 kilometer.

Warga Delapan Desa di Mahu Masih Menggunakan Penerangan Lampu Minyak Tanah

"Kita cari jaringan hingga sampai 80 kilometer dapat di wilayah Mangili Kecamatan Pahunga Lodu baru kita bisa dapat jaringan untuk kita bisa telepon dengan keluarga, sahabat, atau pun irusan penting lainya. Kita memang susah sekali hidup masih jauh dari harapan,"ungkap Lunji.

Lunji mengatakan padahal di Mahu adalah satu wilayah Kecamatan tentu disitu ada selain kantor publik seperti Kecamatan, ada sekolah, dan ada Puskesmas, serta bangunan publik lainya tentu harus membutuhkan signal telekomunikasi dan juga listrik.

"Kita sangat berharap agar listrik dan juga singnal telepon ini ada karena kita juga sangat membutuhkannya. Pemerintah untuk bisa perhatikan keluhan kami ini,"ungkap Lunji.

Warga Delapan Desa di Kecamatan Mahu Gelap Gulita

Pemkab Malaka Targetkan Penanaman Bawang Merah 150 Hektar Tahun 2019

Tokoh masyarakat Kecamatan Mahu Lainya, Umbu Muhamad Nur juga menyampaikan hal yang sama.

Menurut Umbu Muhamad tidak adanya listrik dan signal telekomunikasi itu, mereka warga sekitar delapan desa di Kecamatan Mahu hidup seperti dalam penjara.

"Kita ini hidup model ke penjara, hanya gelap gulita saja pada malam hari, begitu juga signal hand phone tidak ada. Dari semua kecamatan yang ada di Wilayah Kabupaten Sumba Timur hanya kami saja yang tidak ada listrik sama sekali begitu juga belum ada signal telepon, kami ini masih hidup menderita usaha ekonomi tidak berjalan kalau gelap begini,"ungkap Umbu Muhamad.

Umbu Muhamad juga menyampaikan harapan yang sama agar Pemerintah dan pihak PLN, serta pihak Telkom untuk segera memasang jaringan listrik PLN dan tower Telekomsel ke wilayah Kecamatan Mahu agar masyarakat di Mahu keluar dari Keterbelakangan hidup. (*)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved