Warga Delapan Desa di Mahu Masih Menggunakan Penerangan Lampu Minyak Tanah

Sampai saat ini, ribuan warga di delapan desa di Kecamatan Mahu, Sumba Timur masih menggunakan penerangan lampu minyak tanah.

Penulis: Robert Ropo | Editor: Adiana Ahmad
POS-KUPANG.COM/ROBERT ROPO
Tokoh masyarakat Kecamatan Mahu Lunji Kaborang sedang memberikan keterangan 

Warga Delapan Desa di Mahu Masih Menggunakan Penerangan Lampu Minyak Tanah

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo

POS-KUPANG.COM | WAINGAPU-  Sampai saat ini, ribuan warga di delapan desa di Kecamatan Mahu, Sumba Timur masih menggunakan penerangan lampu minyak tanah. Padahal mereka sudah mengusulkan berulang kali ke PLN untuk mendapatkan jaringan listrik dari perusahaan negera tersebut.

Hal itu disampaikan Tokoh masyarakat asal Kecamatan Mahu, Lunji Kaborang kepada POS-KUPANG. COM, Minggu (31/3/2019).

Lunji mengatakan sejak dari jaman penjajahan hingga sampai dengan saat ini warga sekitar delapan desa di Kecamatan Mahu, salah satu wilayah Kecamatan yang terletak bagian selatan Kabupaten Sumba Timur hidup dengan jarak sekitar 117 kilometer (KM) masih dalam gelap gulita pada malam hari.

Lunji mengatakan sejauh ini masyarakat di wilayah Kecamatan sudah berjuang untuk mengusulkan agar wilayah Mahu juga dipasang jaringan listrik PLN agar masyarakat delapan desa di Kecamatan itu juga memenikmati listrik siang dan malam seperti masyarakat di Kecamatan lain di Kabupaten Sumba Timur.

Warga Delapan Desa di Kecamatan Mahu Gelap Gulita

"Kita sudah usulkan di setiap pertemuan, baik Musrembangdes, Musrembangkec,dan Musrembangkab untuk minta listrik ini. Malahan PLN datang ukur-datang ukur omong kosong-omong kosong saja padahal kita sudah serahkan lahan secara resmi dan sudah ada sertifikat tapi tidak ada realisasi sama sekali,"ungkap Lunji Dengan Kesal.

Lunji mengatakan hingga saat ini belum ada aliran listri dari PLN ke wilayah itu, sehingga warga terpaksa menggunakan lampuh pelita untuk menerangi aktifitas mereka pada malam hari.

"Kami semua warga disana pakai lampuh pelita saja, bahakan di Kota kecamatan Mahu saja warga dan pegawai-pegawai Kecamatan masih pakai pelita pada malam hari. Biar pegawai baik di kecamatan, pegawai Desa, maupun sekolah dan Puskesmas tidak pakai Komputer kalau pakai komputer kasih hidup mesin genzet, genzet rusak komputer perangkat lunak rusak semua,"ungkap Lunji dengan nada kesal.

PLN Berikan 3 Paket Diskon untuk Pelanggan yang Tambah Daya Listrik

Menurut Lunji, tidak adanya listrik tersebut aktifitas warga sangat tergangu tidak ada perkembangan kemajuan ekonomi sebab masyarakat ingin berusaha dengan tenaga listrik, tetapi listrik tidak ada. Selain itu, anak-anak sekolah ketika belajar malam sangat tergangu dan dapat mempengaruhi mata mereka karena hanya menggunakan lampuh pelita.

"Begitu juga orang mau melahirkan di Puskesmas juga pakai lampuh pelita. Memang kami ini hidup masih terkebelakang belum sama sekali ada perhatian serius dari Pemerintah. Kami tidak bisa berbuat apa-apa, dari semua kecamatan yang ada di Sumba Timur hanya kami di Kecamatan Mahu saja yang belum ada listrik sama sekali,"ungkap Lunji.

Lunji berharap agar Pemerintah baik Kabupaten, Propinsi dan Pemerintah Pusat membuka mata untuk memperhatikan warga Mahu untuk memasang jaringan listrik PLN.

Tokoh masyarakat Kecamatan Mahu Lainya, Umbu Muhamad Nur juga menyampaikan hal yang sama.

Menurut Umbu Muhamad tidak adanya listrik mereka warga sekitar delapan desa di Kecamatan Mahu hidup seperti dalam penjara.

Mau Tambah Daya Listrik di Rumah? Ada Promo Menembus Batas dari PLN

"Kita ini hidup model ke penjara, hanya gelap gulita saja pada malam hari. Dari semua kecamatan yang ada di Wilayah Kabupaten Sumba Timur hanya kami saja yang tidak ada listrik sama sekali, kami ini masih hidup menderita usaha ekonomi tidak berjalan kalau gelap begini,"ungkap Umbu Muhamad.

Umbu Muhamad juga menyampaikan harapan yang sama agar Pemerintah dan pihak PLN segera memasang jaringan listrik PLN ke wilayah Kecamatan Mahu agar masyarakat di Mahu keluar dari Keterbelakangan hidup. (*)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved