Sidang Korupsi Pengadaan Ayam Buras, Tersangka Mengaku Uang Dipakai Untuk Bantu Kakaknya

saat kejadian menjabat Camat Hawu Mehara itu ketika ditanya majelis hakim mengaku menggunakan uang itu juga untuk membantu kakaknya.

Sidang Korupsi Pengadaan Ayam Buras, Tersangka  Mengaku Uang Dipakai Untuk Bantu Kakaknya
POS KUPANG/RYAN NONG
Terdakwa Ir Marianus Martinus Raja Thalib saat memberikan keterangan dalam sidang lanjutan perkara dugaan korupsi dana pemberdayaan masyarakat dalam kegiatan pengadaan bibit ayam buras, pengadaan pakan dan pengadaan vaksin di kecamatan Hawu Mehara Kabupaten Sabu Raijua pada 2014 di Pengadilan Negeri Tipikor Kupang, Selasa (26/3/2019) siang. 

“Semua itu salah saya, saya tidak melaksanakan dengan baik, tapi selain itu juga salah Willy karena tidak pengadaan,” katanya.

Hasil Pertandingan Garuda Select vs Dover FC U-20 2-3, Batal Tanding dengan Charlton Athletic

SEDANG BERLANGSUNG Live Streaming Garuda Select vs Charlton Athletic, Indonesia 1-0

Dari total kerugian negara, ia menyanggupi untuk mengembalikan tambahan uang ke kas negara sebesar Rp 150 juta. Sebelumnya, ia juga telah mengembalikan sebanyak Rp 22 juta dari total kerugian Rp 246 juta.

Sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Prasetyo Utomo SH didampingi anggota hakim Ikrarniekha Elmayawaty Fau SH.,MH., dan Ibnu Kholik SH.,MH., itu berlangsung tertib. Pengacara  Yulius Subianto Riwu, SH tampak tenang mengawal keterangan terdakwa.

Dalam sidang tersebut hadir pula istri dan anak serta kerabat terdakwa.

Sebelumnya, dalam sidang pemeriksaan saksi yang dilaksanakan pada Selasa (26/2/2019) jaksa penuntut umum menghadirkan empat saksi yakni Alfred Wily Saunu, yang berperan untuk pengadaan ayam buras dan tiga orang lain, yang berperan dalam pengadaan vaksin dan pakan yakni Hermanus, Tobo Dara, serta Arince.

Intip Yuk! Ramalan Zodiak Hari Rabu 27 Maret 2019, Gemini Bersenang-senanglah, Zodiak Lain?

Atas petunjuk hakim berdasarkan keterangan dari para saksi, Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Sarai Ida Made Oka Wijaya menyatakan akan mendalami dan melertimbangkan keterangan saksi berdasarkan apa yang ditunjuk majelis hakim.

Dalam proyek ini, berdasarkan hasil perhitungan BPKP perwakilan Provinsi NTT, terdakwa didakwa merugikan keuangan negara sebesar Rp 309.875.000.

Terdakwa didakwa dengan dakwaan primer melanggar pasal 2 ayat (1) Jo pasal 18 Undang Undang RI No 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana perubahannya dalam UU RI Nomor 20 tahun 2001 Jo pasal 55 ayat ke (1) KUHP.

Terdakwa juga didakwa dengan dakwaan subsidair melanggar pasal 3 jo pasal 18 UU RI Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dalam UU RI nomor 20 tahun 2001 Jo pasal 55 ayat ke (1) KUHP. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong)

Penulis: Ryan Nong
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved