Ini Alasan Polres TTU Lepas 5.000 Liter BBM yang Ditahan Beberapa Waktu Lalu

Polres Timor Tengah Utara (TTU) kembali melepaskan 5.000 liter Bahan Bakar Minyak (BBM) yang ditahan beberapa waktu lalu saat melakukan Kegiatan

Ini Alasan Polres TTU Lepas  5.000 Liter BBM yang Ditahan Beberapa Waktu Lalu
POS-KUPANG.COM/TOMMY MBENU NULANGI
Kapolres TTU, AKBP. Rishian Krisna Budhiaswanto, S.H, SIK, MH. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi

POS-KUPANG.COM | KEFAMENANU-Pihak Kepolisian dari Polres Timor Tengah Utara (TTU) kembali melepaskan 5.000 liter Bahan Bakar Minyak (BBM) yang ditahan beberapa waktu lalu saat melakukan Kegiatan Kepolisian Yang Ditingkatkan (K2YD).

Pelepasan terhadap BBM yang diduga tanpa izin itu dilakukan setelah pihak kepolisian melakukan penyelidikan dan menemukan bahwa surat-surat terkait dengan pengangkutan BBM tersebut dinyatakan lengkap.

Kapolres TTU, AKBP. Rishian Krisna Budhiaswanto mengatakan hal itu ketika dikonfirmasi terkait dengan perkembangan penyelidikan kasus penahanan 5.000 liter BBM kepada Pos Kupang melalui sambungan telepon pada, Senin (18/3/2019) siang.

Rishian mengatakan, pihaknya memutuskan untuk melepaskan BBM yang ditahan tersebut setelah penyidik melakukan pemeriksaan terhadap kelengkapan dokumen pengakuan BBM tersebut.

"Untuk BBM ternyata setelah kita cek administrasinya ternyata sudah sesuai dengan aturan," jelasnya.

Terkait dengan penahanan kayu Cendana, jelas Rishian, pihaknya masih melakukan penyelidikan karena surat-surat tentang kayu Cendana tersebut belum bisa dihadirkan oleh pemiliknya.

Anak Bunuh Ibu Kandung di Manggarai Timur- Keluarga Bingung Vinsensius Tega Membunuh Ibunya

BREAKING NEWS - Pemilik Salon di Mbay Ditemukan Tewas

"Sedangkan untuk kayu Cendana masih kita amankan karena memang prosesnya masih kita dalami lagi karena surat- surat dan ketentuan lain belum bisa dihadirkan," tegasnya.

Rishian mengatakan, 5.000 liter BBM tersebut ditahan setelah pihaknya melakukan operasi K2YD. Usai menemukan, pihaknya langsung melakukan penahanan karena diduga tidak memiliki surat-surat lengkap.

Namun setelah berdasarkan hasil pemeriksaan oleh pihak penyidik, dan menemukan bahwa ternyata surat-surat mengenai BBM tersebut dinyatakan lengkap.

"Akhirnya kita melepaskan kembali mobil dan BBM itu. Karena kalau kita tidak lepaskan BBM nanti kita di komplein lagi," jelasnya.

Ketika ditanya soal asal muasal 5.000 liter BBM tersebut, Rishian tidak bersedia untuk memberikan penjelasan terkait hal itu. Dirinya menyarankan agar media ini menghubungi Kasat Reskrim Polres TTU, Iptu Ricky Dally.

Namun ketika media ini menghubungi Kasat Reskrim Polres TTU melalui sambungan telepon, Iptu Ricky Dale masih sibuk karena sementara melaksanakan tugas luar di Kupang.

Pantauan media ini di Mapolres TTU, kendaraan roda enam yang memuat 5.000 liter BBM itu semula terparkir di Halaman Mapolres TTU. Namun saat ini mobil tersebut sudah tidak terlihat lagi di Halaman Mapolres TTU. (*)

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved