Pasca Praktik, Siswa Lakukan Pemanenan Silase Umur 7 Hari di SMK-PP Negeri Kupang

Pasca melakukan praktik membuat silase pada 21 Februari lalu, pada 28 Februari siswa-siswi SMK-PP (Pertanian Pembangunan) Negeri Kupang melakukan pema

Pasca Praktik, Siswa Lakukan Pemanenan Silase Umur 7 Hari di SMK-PP Negeri Kupang
istimewa
Pasca melakukan praktik membuat silase pada 21 Februari lalu, pada 28 Februari siswa-siswi SMK-PP (Pertanian Pembangunan) Negeri Kupang melakukan pemanenan silase yang sudah dibuat. 

POS KUPANG.COM, KUPANG -Pasca melakukan praktik membuat silase pada 21 Februari lalu, pada 28 Februari siswa-siswi SMK-PP (Pertanian Pembangunan) Negeri Kupang melakukan pemanenan silase yang sudah dibuat.

Umumnya silase dipanen mulai dari 21 hari. Namun silase yang dibuat oleh siswa jurusan Agribisnis Ternak Ruminansia (ATR) ini dipanen pada hari ke 7.

“Kita membuka silase pada hari penyimpanan ke 7 untuk mengetahui kualitasnya”, jelas Ibu Korinti S. M. Ulima, S.Pt.

Silase adalah olahan pakan ternak yang dikenal membutuhkan waktu fermentasi yang lama. Jika silase sudah dapat dipanen pada hari ke-7, tentu akan sangat menghemat waktu pembuatan.

Pemanenan silase dilakukan dengan membuka tong kedap udara. Setelah itu, siswa mengecek kualitas silase dengan arahan guru pengampu mata pelajaran Pakan Ternak, yakni Ibu Korinti S. M. Ulima, S.Pt. Ciri-ciri silase yang berhasil adalah memiliki warna kekuningan, baunya masam atau wangi khas silase, teksturnya masih menyerupai tekstur bahan asal, tidak berjamur, dan tidak berair.

Apabila kondisi silase tidak sesuai dengan ciri-ciri tersebut, maka silase sebaiknya tidak diberikan sebagai pakan ke ternak. Sebab ditakutkan dapat meracuni hewan ternak.

Ternyata, silase yang dibuat siswa jurusan ATR sesuai dengan ciri-ciri silase yang berhasil. Terbukti sudah bahwa silase sudah dapat dipanen pada umur 7 hari. Silase yang sudah dibuka penutupnya sebaiknya segera dihabiskan.

Sebab kontak dengan udara bisa menimbulkan kontak dengan bakteri yang dapat merusak silase. Silase yang sudah dibuka sebenarnya dapat disimpan lagi, tetapi biasanya lapisan paling atas silase mengalami kerusakan dan harus dibuang.

Untuk menghindari hal tersebut, akhirnya para siswa memberikan seluruh silase asal rumput lapang, dedak dan garam itu ke sapi bali yang ada di instalansi ruminansia. Sapi-sapi itu pun memakan silase dengan lahap. Hal ini wajar sebab silase dikenal dapat meningkatkan cita rasa pakan bagi ternak. Siswa pun merasa puas sebab hasil kerja keras mereka dapat berbuah manis.

Rencananya, Ibu Korinti S. M. Ulima, S.Pt. hendak mengajak siswa ATR membuat silase lagi pada minggu berikutnya. Pada kesempatan itu, akan dibuat silase dengan bahan utama jerami padi. (*)

Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved