Aborsi di Kupang NTT

Kronologi dan Penjelasan Lengkap Mahasiswi Kupang NTT Lakukan Aborsi Bersama Pacar di Asrama Alor

Kronologi dan Penjelasan Lengkap Mahasiswi Kupang NTT Lakukan Aborsi Bersama Pacar di Asrama Alor.

Kronologi dan Penjelasan Lengkap Mahasiswi Kupang NTT Lakukan Aborsi Bersama Pacar di Asrama Alor
wartariau.com
Kronologi dan Penjelasan Lengkap Mahasiswi Kupang NTT Lakukan Aborsi Bersama Pacar di Asrama Alor. 

"Saya kira, pihak keamanan, Satpol PP, harus turun tangan untuk sesekali melakukan razia. Sebab kondisi di sini memang rawan," ungkapnya.

"Yah saya harap mahasiswa/i harus bisa jaga diri, kalau orangtua suruh datang kuliah, kuliah yang benar, jangan buat yang aneh-aneh," ungkapnya.

PERIKSA--Dokter Lisa Miharja didamping Kaur Identifikasi Polres TTS, Aipda Laurens Jehau, saat memeriksa janin hasil aborsi Safrianti Boko di RSUD SoE, Rabu (20/11/2013) malam.
PERIKSA--Dokter Lisa Miharja didamping Kaur Identifikasi Polres TTS, Aipda Laurens Jehau, saat memeriksa janin hasil aborsi Safrianti Boko di RSUD SoE, Rabu (20/11/2013) malam. (POS KUPANG/THOMAS DURAN)

Pantauan POS-KUPANG.COM, aktivitas mahasiswa Asrama Pemda Alor tampak normal.

Di Kamar KF, KF dan HD menghabisi nyawa bayi mereka sendiri, terpasang police line. Sejumlah mahasiswa yang diwawancarai, enggan berkomentar soal kasus tersebut.

Akbar Tanjung Berkunjung ke Belu Hari Ini. Ini Tujuannya

Live Streaming TVRI Lazio vs AC Milan Semifinal Coppa Italia Jam 03.00 WIB

Guru Olahraga di Malang Cabuli Siswi Saat Ganti Seragam, Sudah 18 Saksi yang Diperiksa

"Kami tidak tau apa yang terjadi dengan mereka (HD dan KF). Kami kaget, pas paginya, Senin (25/2/2019) ada garis polisi di kamar KF," ungkap beberapa mahasiswa Asrama Pemda Alor saat ditemui di Asrama, Senin (25/2/2019).

Mereka menjelaskan, KF adalah salah satu anak asrama Pemda Alor, mahasiswa salah satu universitas di Kota Kupang. Sementara mereka tidak tau identitas HD.

"Yah kami tidak tau juga dia pacar dengan nona itu (HD) atau tidak, karena kami setiap hari urus kesibukan kami masing-masing," ungkap salah seorang anak asrama.

Kasus ini sedang ditangani oleh Polsek Kelapa Lima Kupang. Kapolsek Kelapa Lima, AKP Didik Kurnianto, SH saat ditemui POS-KUPANG.COM, Senin (25/2/2019), di ruang kerjanya, menjelaskan, mereka tengah menyelidiki kasus tersebut.

"Saat ini KF kami tahan, sedangkan pasangannya, HD, masih sedang dalam proses perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara, Kupang," ungkapnya.

Didik menjelaskan, dari keterangan KF, Sabtu (23/2/2019) sekitar pukul 08.00 wita, HD datang ke Asrama dan memberitahukan Kepada KF, kalau perut bagian bawah pusat terasa sakit. Malam itu HD menginap menginap di kamar KF.

Masyarakat Weri Kota Larantuka Senin sore (30/7/2018) berbondong menyaksikan proses otopsi jenasah bayi korban aborsi di rumah seorang warga.
Masyarakat Weri Kota Larantuka Senin sore (30/7/2018) berbondong menyaksikan proses otopsi jenasah bayi korban aborsi di rumah seorang warga. (POS-KUPANG.COM/FELIKS JANGGU)
Halaman
1234
Penulis: Laus Markus Goti
Editor: maria anitoda
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved