Viral Media Sosial

Fakta Terbaru Prostitusi Online di Kupang NTT, Tawarkan Gadis Lulusan SMA Hingga Aksi Saling Lapor

Fakta Terbaru Prostitusi Online di Kupang NTT, Tawarkan Gadis Lulusan SMA Hingga Aksi Saling Lapor.

Fakta Terbaru Prostitusi Online di Kupang NTT, Tawarkan Gadis Lulusan SMA Hingga Aksi Saling Lapor
Instagram
Fakta Terbaru Prostitusi Online di Kupang NTT, Tawarkan Gadis Lulusan SMA Hingga Aksi Saling Lapor. 

@Yan Ndolu: Yg komentar negatf dong ju sama ke orng snd sklh..ssu tau pst hoax ju mash komn yg ane*

@Untuk Lu yg kaasinae ini pos: Tnggu sa bsk Lu su daaapa ciduk sari poLisi..

@IO Barça: Hanya mau nantang saa yg di dalam foto ! kalau memang sonde betul yah lapor polisi saja. skali lagi, KALAU SONDE BETUL

@Jojo Abia Ludji: Postingan hoax. Jangan percaya!!!

@QOrtega Raga Lomii: Awas polisi ciduk

@Marson Malelak: Jaga di buli sebab anda sering di buli ini aib bisa2 sodara yg malu lucu

@Jojo Abia Ludji: Ini perempuan gila?? satu kota kupang dia posting padahal yg bakontak dg dia pung laki hanya brpa org sa yg di bukti chat yg dia posting di ig. Nnt dapa ciduk

Dalam foto-foto yang diunggah itu, ada yang sedang sendirian, berdua, bersama dengan laki- laki, dan lain-lain.

Pemain Ini Disebut Pewaris Cristiano Ronaldo di Real Madrid, Lebih Kuat dari Neymar

Live Streaming & Sinopsis Cinta Suci Hari Ini 15 Februari, Marcel Berobat ke Singapura Bareng Cleo

VIDEO: Unik, Mahar Pernikahan Pasangan Ini Segelas Es Cendol, Ini Alasannya

Ada juga screen shoot bukti percapakan chatting via WhatsApp.

Beberapa bukti chatt itu antara lain:

Dalam chaat tersebut terungkap harga dan lokasi.

"Al*** malam ini sonde keluar kak. Ini malam minggu ni,"

"Ahh paya u. Masa dia gak keluar ni. Yaudah kamu kontak N*** dulu 350. Kalo mau datang sekarang di hotel. nanti aku jemput di lobi,"

"Wait b telepon dulu yah kak,"

"Eh gimana. Jangan lama cong. nanti keburu aku tidur ni,"

"wait kak. dya masih siap2. Kamar no berapa kak,"

Dalam bukti chatting di WhatsApp lainnya, disebutkan ada stok seorang gadis tamatan SMA.

"papi ketemu yuk,"

"Udah malam ni. Ada teman nga,

"Saba b sah. Adda cuman anak sma bru tamat. mau,"

Barcelona Ingin Perpanjang Kerja Sama dengan Lionel Messi

Link Streaming Drama Korea Touch Your Heart Episode 3-4 Subtitle Indonesia: Yeon Seo Cemburu?

Prostitusi Online Kupang, Akun Instagram Ini Tawarkan Cewek Lulusan SMA 500 Rb, Harga Pas

"Ah kmu lain kali juga bisa. Teman kamu siapa, mana fotonya,"

"Ini malam minggu papi. Besok buka be kamar di ******* lagi ya. mau renang sama teman pi. Sabar be kirim. Tapi 500 pas tidak bisa turun lagi nih. Soalnya dia baru lulus SMA,"

"Liat fotonya dulu ya,"

"Mana fotonya,"

Pada bukti percakapan WA lainnya, terlihat dialog.

"La, kemana kaka,"

"Mana teman kamu yang kemaren.

Bawain aku yang kecil itu,"

"N***? atau. Skrng lagi di mana kak,"

"Bukan. tapi yg ini (sambil menyertakan foto seorang perempuan).

N*** kayaknya sudah ada anak tu. Perutnya melek,"

Dari bukti percakapan tersebut, diduga dialog terjadi antara mucikari online dengan pelanggannya.

Bahkan sang pelanggan sudah sangat hafal dengan masing-masing perempuan yang ditawarkan. 

Siswi SMA Dijual

Melati (bukan nama sebenarnya), siswi salah satu SMA Negeri di Lewoleba, Kabupaten Lembata, dijual Rp 300 ribu kepada Sumirah, seorang mucikari di Maumere, Ibukota Kabupaten Sikka.

Melati (17) kemudian dipekerjakan di salah satu tempat karaoke di Maumere untuk melayani pria hidung belang.

Kasus trafficking itu sedang ditangani penyidik Polres Lembata.

Sang mucikari telah dijebloskan ke sel Mapolres Lembata.

Sementara Jalil alias Bregi, oknum pemuda yang menjual Melati kepada Sumirah, masih dalam pengejaran aparat keamanan.

Informasi yang dihimpun Pos Kupang di Lewoleba, kasus trafficking itu terkuak ketika teman kosnya Melati di Lusikawak, menelepon orang tua Melati untuk mengabarkan bahwa Melati telah meninggalkan tempat kos tanpa kabar sejak 3 September 2014.

Mendapat kabar tersebut, orang tua Melati langsung melacak keberadaan anak gadisnya di Lewoleba.

Setelah menggali banyak informasi, akhirnya ditemukan bahwa terakhir kali Melati bepergian bersama seorang oknum pemuda bernama Jalil alias Bregi yang berdomisili di Kampung Nyamuk, Wangatoa.

Saat itu juga keluarga korban mendatangi Bregi di kediamannya di Wangatoa, dan memberi ultimatum agar segera mengembalikan Melati.

Bregi menyanggupi tuntutan itu, namun dengan syarat, orang tua korban harus menyerahkan uang Rp 800 ribu sebagai biaya untuk mencari Melati.

Permintaan itu tidak dikabulkan orang tua Melati.

Namun kepada Bregi, orang tua Melati meminta nomor Hp Sumirah, wanita yang disebut-sebut berada bersama Melati.

Bregi pun menyerahkan nomor HP Sumirah, kemudian menghilang.

Kasat Reskrim Polres Lembata saat itu, Iptu Abdul Rahman Aba, melalui Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), Brigpol Mirani Mukhlis, membenarkan adanya kasus trafficking tersebut.

Ia menyebutkan bahwa kasus tersebut sedang ditangani.

Jelang Pemilu, KPU Kabupaten Kupang Gelar Rakor Bersama PPK

Mutasi di Pempov NTT , Viktor Bungtilu Bilang  Pejabat yang Dilantik Tidak Dukung Victory Joss

ini Jumlah Kebutuhan Tenaga P3K Serta Formasi Kabupaten Mabar

Ditemui Pos Kupang di Mapolres Lembata, Selasa (16/9/2014) siang, Mirani mengungkapkan, kasus perdagangan orang itu terkuak ketika keluarga Melati menjebak Sumirah, sang mucikari yang mempekerjakan Melati sebagai pekerja seks di salah satu tempat karaoke di Maumere.

Drama menjebak Sumirah, tutur Mirani, berawal ketika orangtua Melati berusaha mendapatkan kembali anaknya, dengan menyamar sebagai penyedia jasa wanita di Lembata yang hendak dijual kepada pihak yang membutuhkan.

Siasat itu dilancarkan orangtua Melati pada Rabu (10/9/2014).

Saat itu mereka menghubungi Sumirah melalui telepon seluler lalu menyampaikan bahwa ada lagi dua wanita ABG yang bisa dijemput untuk dipekerjakan dalam bisnis lendir tersebut.

Tergiur dengan kabar tersebut, Sumirah langsung meninggalkan Maumere menuju Larantuka hari itu juga, Rabu (10/9/2014).

Selanjutnya dari Larantuka, Sumirah menuju Lewoleba dengan pelayaran kapal motor pada sore hari.

Setelah tiba di Lewoleba, Sumirah terlebih dahulu melepas lelah setelah menempuh perjalanan kurang lebih tiga jam dari Larantuka.

Bendahara Ditangkap Polisi Terkait Narkoba, Pertanggungjawaban Keuangan di PUPR Sikka Tertunda

Rayakan Valentine Day, Ini Yang Dilakukan SMA NCIPS Kupang, Bikin Trenyuh

Sumirah adalah warga asal Lembata, yang berdomisili di Kampung Nyamuk, Wangatoa, Lewoleba.

Tak menyangka akan drama penjebakan dirinya, malam itu Sumirah menanti kedatangan orangtua Melati yang telah berjanji membawa dua wanita untuk diserahkan kepadanya.

Saat orangtua Melati datang, Sumirah tak berkutik.

Karena malam itu orangtua Melati membawa serta beberapa aparat keamanan.

Informasi yang dihimpun Pos Kupang menyebutkan, malam itu Sumirah hendak berusaha melarikan diri.

Awalnya ia tak mengakui perbuatannya, telah membeli Melati seharga Rp 300 ribu dari tangan Jalil alias Bregi.

Pasalnya, ia mendapatkan Melati dari tangan Bregi.

Apalagi sebelum dibawa ke Maumere, Melati telah dua malam tidur bersama Bregi di Kampung Nyamuk, Wangatoa.

Meski sempat bersilat lidah, akhirnya Sumirah mengaku bahwa Melati telah dipekerjakan di salah satu tempat untuk memuaskan dahaga pria hidung belang.

Kisah ABK Selamat Dalam Peristiwa Tenggelamnya KM Rahmat Ilahi

Gencarkan Operasi Gabungan, 110 Ranmor Terjaring

Mendapat pengakuan itu, pada Kamis (11/9/2014), keluarga langsung menjemput Melati di Maumere.

Setelah Melati dibawa ke Lewoleba, keesokan harinya, Jumat (12/9/2014), keluarga langsung melaporkan kasus traffiking itu ke Mapolres Lembata.

Menurut Brigpol Mirani, setelah menerima laporan tersebut, Jumat (12/9/2013), pihaknya langsung melakukan pemeriksaan.

Dalam pemeriksaan itu, Sumirah mengakui semua perbuatannya, membeli Melati seharga Rp 300 ribu dari Jalil alias Bregi.

Saat ini Bregi sedang dalam pengejaran aparat keamanan.

Setelah melakukan serangkaian pemeriksaan, tutur Brigpol Mirani, polisi langsung menahan Sumirah untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Sumirah dijebloskan ke sel sejak Sabtu (13/9/2014).  (TIM POS KUPANG.COM)

Penulis: OMDSMY Novemy Leo
Editor: maria anitoda
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved