352 Koperasi di Provinsi NTT Tidak Aktif

Sebanyak 352 Koperasi dari total 4.146 koperasi di Provinsi NTT Tidak Aktif. Koperasi yang aktif hanya 3.776 koperasi.

352 Koperasi di Provinsi NTT Tidak Aktif
ISTIMEWA
Kadis Koperasi dan UKM Provinsi NTT, Kosmas Lana 

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Sebanyak 352 Koperasi dari total 4.146 koperasi di Provinsi NTT Tidak Aktif. Koperasi yang aktif hanya 3.776 koperasi.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi NTT, Kosmas Lana pada acara Rapat Anggota Tahun (RAT) Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Ranaka Tahun Buku 2018.

RAT ini berlangsung di Aula Badan Pengembangan PAUD dan Dikmas NTT, Sabtu (26/1/2019).

Dihantam Gelombang, Jembatan Danau Weekuri Sumba Barat Daya Rusak Berat

Menurut Kosmas, dari total 4146 koperasidi NTT, ada 3.776 koperasi yang aktif. Sedangkan 352 tidak aktif.

"Yang tidak aktif ini disebabkan antara lain karena koperasi-koperasi itu tidak melaksanakan RAT selama dua tahun berturut-turut," kata Kosmas.

Masyarakat Adat Dayak se-Indonesia Deklarasi Dukung Jokowi-Maruf, Ini Alasannya

Dijelaskan, dari total koperasi yang aktifi itu, memiliki jumlah anggota sekitar 1,2 juta orang.
"Jadi anggota koperasi itu seperempat dari total penduduk NTT. Koperasi masih menjadi kekuatan terbesar," katanya.

Dia memberi apresiasi kepada KSP Ranaka yang selama 13 tahun hadir, selalu melaksanakan RAT pada Bulan Januari.

"KSP Ranaka ini termasuk salah satu dari tiga koperasi yang telah melaksanakan RAT pada Januari 2019 dan juga merupakan koperasi kredit yang ketiga telah menggelar RAT," ujarnya.

Namun, Kosmas yang juga adalah anggota KSP Ranaka itu mengatakan,anggota KSP Ranaka dari waktu ke waktu semakin kurang bersemangat mengikuti RAT.

"Tahun lalu RAT diikuti banyak anggota, tapi tahun ini saya lihat sedikit saja," ujarnya.

Frans Dima Lendes dari Dekopinwil NTT mengatakan, koperasi saat ini mulai menurun, jika dibandingkan 15 tahun lalu.

"Kalau 15 tahun lalu ada perampingan dinas dan Dinas Koperasi bergabung dengan UMKM. Jika sekarang saya dapat informasi mau gabung lagi dengan dinas lain," kata Frans.

Mantan anggota DPRD NTT ini tidak sepakat jika Dinas Koperasi itu digabungkan lagi dengan Dinas lain yang akhirnya tidak fokus.

"Sekarang saya dengar mau gabung lagi dengan dinas lain, maka ini dewan koperasi harus berbicara. Atau memang orang koperasi sudah tidak melihat lagi koperasi," katanya.
Namun, ia mengakui, kondisi itu menjadi tantangan bagi NTT khususnya koperasi agar tetap bertahan menjadi soko guru. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru)

Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved