Breaking News:

Kasus DBD di Kota Kupang Naik Dua Kali Lipat ! Masyarakat agar Waspada

tahun lalu di periode yang sama jumlah kasus DBD yaitu 66 kasus. Sedangkan tahun ini sudah 114 kasus. Hal ini berarti junlah kasus tahun ini naik dua

Penulis: Yeni Rachmawati | Editor: Ferry Ndoen
ISTIMEWA
Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, dr. Ari Wijana 

Laporan Reporter POS-KUPANG. COM, Yeni Rachmawati

POS-KUPANG. COM | KUPANG -- Masyarakat telah dimbau untuk mewaspadai nyamuk aedes aegypti yang menimbulkan penyakit demam berdarah. Karena per 21 Januari 2019 posisi kasus DBD telah mencapai 114 kasus.

Kepala Dinas Kesehatan kota Kupang, dr Ari Wijana, kepada Wartawan, di Kantor Balai Kota Kupang, Selasa (22/1/2019), mengatakan dari jumlah kasus tersebut belum ada yang meninggal sehingga kota Kupang belum masuk dalam Kejadian Luar Biasa.

Namun data ini akan dikaji mulai dari 2016-2018. Bila kurva menunjukkan telah mencapai batas maksimal maka akan dinyatakan sebagai Kejadian Luar Biasa.

Ia menyebutkan tahun lalu di periode yang sama jumlah kasus DBD yaitu 66 kasus. Sedangkan tahun ini sudah 114 kasus. Hal ini berarti junlah kasus tahun ini naik dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya.

Pernyataan Gubernur NTT Tutup TNK! Beri Angin Segar bagi Destinasi Wisata di Provinsi Tetangga

"Kami sementara sedang mengkaju data untuk dilaporkan ke Walikota apakah masuk KLB atau tidak. Kalau ada kematian satu, maka masuk KLB," tuturnya.

Ia menyampaikan kasus tertinggi DBD terjadi di Kecamatan Kelapa Lima dengan 32 kasus, dimana Kelurahan Oesapa terbanyak ada 16 kasus. Oleh karena itu Dinas Kesehatan telah melakukan fogging beberapa kali di kelurahan tersebut.

Kata dr Ari fogging dilakukan untuk membunuh nyamuk dewasa, sedangkan pencegahan dapat dilakukan masyarakat melalui 3M Plus.

Jajaran Dinas Kesehatan juga, lanjutnya, sudah membuka poskos di Puskesmas untuk stand by 24 jam minimal untuk melakukan diagnosa awal DBD. Sedangkan penanganannya bisa dilakukan di Puskesmas atau dirujuk ke Rumah Sakit. Ini bertujuan agar menjaga jangan ada yang meninggal.

"Saat ini ada satu kasus yang tengah dirawat di ICU RSUD dengan stadium III tapi sudah mulai membaik," ujarnya.

Berdasarkan data dari 114 kasus, 86 kasus masuk dalam grade 1 dan 2. Dimana penanganan pada grade tersebut lebih mudah dibandingkan grande 3 dan 4 yang membutuhkan penanganan kompleks.

Ia menyampaikan penetapan KLB bukanlah berkaitan dengan pelayanan kesehatan karena pelayanan kesehatan dilakukan secara eksporadis tapi untuk DBD dilaosanakan gebrak DBD sampai lini pustu dan jumat bersih. Tapi jika tetap meningkat itu bagian dari fenomena. (*)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved