Berita Kabupaten Lembata Terkini

Kapal Ile Ape Masih Tertahan di Larantuka

Sejak Sabtu (15/12/2018) sampai dengan hari ini, Selasa (18/12/2018) kapal feri Ile Ape, masih tertahan di Pelabuhan Waibalun, Larantuka

Kapal Ile Ape Masih Tertahan di Larantuka
POS-KUPANG.COM/Frans Krowin
Pelabuhan Waijarang tanpa kapal feri, Selasa (18/12/2018). 

POS-KUPANG.COM | LEWOLEBA - Sejak Sabtu (15/12/2018) sampai dengan hari ini, Selasa (18/12/2018) kapal feri Ile Ape, masih tertahan di Pelabuhan Waibalun, Larantuka, Kabupaten Flores Timur (Flotim). Kapal itu tak bisa berlayar dengan rute Larantuka-Lewoleba-Kupang, karena cuaca tak bersahabat.

"Sejak kapal itu tidak jadi berangkat ke Kupang, Sabtu (15/12/2018), saat itu juga kapal berlayar ke Pelabuhan Waibalun. Kapal Ile Ape tidak sandar di Pelabuhan Waijarang. Mungkin karena di Waibalun itu pelabuhan ASDP. Sedangkan Waijarang kan pelabuhan milik pemerintah. Kalau berlabuh di sini kan harus bayar," ujar Agus Sayang, salah seorang petugas di Pelabuhan Feri Waijarang, Lewoleba, Lembata.

Novanto Prihatin Keponakannya Irvanto Hendra Pambudi Divonis 10 Tahun Penjara

Saat ditemui POS-KUPANG.COM di Pelabuhan Waijarang, Selasa (18/12/2018), Agus sedang menjelaskan kepada calon penumpang tentang rute kapal Ile Ape yang mestinya telah berlayar ke Kupang sejak Sabtu pekan lalu.

"Mestinya kapal feri itu sudah ke Kupang tapi karena gelombang tinggi sehingga belum berlayar sampai sekarang," ujar Agus.

Wiranto Sebut Perusakan Mapolsek Ciracas Dilakukan Oknum, TNI Polri Sudah Menyatu Kok

Ia menyebutkan, berdasarkan informasi dari BMKG Kupang, badai gelombang itu baru reda pada Kamis (20/12/2018). Olehnya, hari berikutbya, yakni Jumat (21/12/2018) baru kapal tersebut bertolak ke Kupang.

Mengingat saat ini kapal itu masih berlabuh di Pelabuhan Waibalun, maka rute pelayaran pada Jumat nanti, yakni Waibalun (Flotim) - Waijarang (Lembata) - Kupang.

"Kalau ada warga yang hendak.ke Kupang menggunakan jasa pelayaran kapal feri Ile Ape, ya silahkan datang pada hari itu. Kalau cuaca bersahabat, maka kapal pasti berlayar ke Kupang," ujarnya.

Sementara itu, calon penumpang yang hendak ke Kupang melalui Pelabuhan Waijarang, Dison Mau, menuturkan, pada Sabtu (15/12/2018) siang, ia bersama sekitar 100 penumpang lainnya hendak ke Kupang menggunakan kapal Ile Ape.

Namun kapal itu tak jadi berangkat. Keesokan harinya, Minggu (16/12/2018), nakhoda kapal mengumumkan bahwa kapal batal berlayar gara-gara gelombang tinggi.

Lantaran informasi itu baru disampaikan tengah malam, akhirnya malam itu ia dan penumpang lainnya terpaksa tidur di atas kapal dan yang lainnya tidur di Terminal Pelabuhan Waijarang. Tapi bagi calon penumpang yang tinggal di Lewoleba dan sekitarnya, memilih langsung pulang ke rumah.

"Saya juga terpaksa tunda ke Kupang. Kalau gelombang tidak bersahabat, maka saya lebih baik menggunakan kapal pelni pada hari Jumat (21/12/2018) nanti," ujar Dison.

Informasi yang dihimpun POS-KUPANG.COM di Pelabuhan Waijarang, Selasa (18/12/2018), pada Jumat (21/12/2018) kapal Ile Ape akan melayari rute Waibalun-Lewoleba-Kupang. Rute ini baru dilayani setelah kapal itu tak bisa berlayar karena cuaca buruk sejak Sabtu (15/12/2018). (Laporan Reporter POS- KUPANG.COM, Frans Krowin)

Penulis: Frans Krowin
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved