Berita Manggarai Barat Terkini

Warga Watu Wangka Minta Pemkab Mabar Segera Lakukan Penanganan DBD

Warga Desa Watu Wangka, Kecamatan Mbeliling, meminta Pemkab Manggarai Barat (Mabar), segera melakukan penanganan terhadap serangan DBD.

Warga Watu Wangka Minta Pemkab Mabar Segera Lakukan Penanganan DBD
POS-KUPANG.COM/Servatinus Mammilianus
Asap saat fogging oleh Dinas Kesehatan Manggarai Barat dalam penanganan DBD di Labuan Bajo. 

POS-KUPANG.COM | LABUAN BAJO - Warga Kampung Rengkas, Dencang dan Meter, Desa Watu Wangka, Kecamatan Mbeliling, meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai Barat (Mabar), segera melakukan penanganan terhadap serangan DBD di desa itu.

"Petugas kesehatan belum ada yang datang. Kami minta pemerintah segera lakukan penanganan. Mungkin dengan cara menyemprot lingkungan kami agar nyamuk DBD mati. Kalau tidak maka bisa saja korban bertambah," kata salah satu tokoh masyarakat Watu Wangka Petrus Mudin, saat dikonfirmasi POS-KUPANG.COM, Kamis (13/12/2018).

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Mabar, dr. Imaculata Veronika Djelulut, menyampaikan petugas kesehatan sudah diminta untuk mengecek langsung kondisi di desa itu.

BNI 46 Permudah Pinjaman, Cukup Mengantongi Surat Keterangan Lurah dan Kades

"Petugas dari Puskesmas Rekas hari ini pergi ke desa itu untuk lakukan penanganan. Jumlah warga yang diserang DBD tidak seperti yang diinformasikan," kata Imaculata, Kamis sore.

Sebelumnya diberitakan, serangan nyamuk DBD di Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), saat ini semakin meluas.

Rumah Kreatif BNI 46 Siap Wadahi Penjualan Produk UKM Sumba Tengah Secara Digital

Dalam tiga minggu terakhir, sebanyak 21 orang warga di Desa Watu Wangka, yaitu Kampung Rengkas, Dencang dan Meter, Kecamatan Mbeliling, diserang DBD.

Walaupun sudah belasan warga yang diserang, belum ada penanganan yang dilakukan oleh pemerintah, seperti fogging.

Warga berusaha sendiri dengan cara seadanya, termasuk menghantar korban yang sakit akibat diserang ke rumah sakit.

Sejumlah warga itu baru diketahui diserang DBD setelah dilakukan pemeriksaan darah oleh petugas medis.

"Jumlah warga yang diserang oleh DBD
di desa kami sebanyak 21 orang. Terdiri dari dewasa 4 orang dan sisanya 17 orang adalah anak-anak serta remaja," kata Petrus saat dihubungi POS-KUPANG.COM, Rabu (12/12/2018). (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Servatinus Mammilianus)

Penulis: Servan Mammilianus
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved