Berita Manggarai Barat Terkini

Camat Komodo Minta Warganya Waspada Serangan DBD dengan Melakukan 3M

Camat Komodo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Abdulah Nur, meminta warganya agar waspada terhadap serangan DBD dengan melakukan 3 M

Camat Komodo Minta Warganya Waspada Serangan DBD dengan Melakukan 3M
POS-KUPANG.COM/Servatinus Mammilianus
Camat Komodo, Abdulah Nur 

POS-KUPANG.COM | LABUAN BAJO - Camat Komodo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Abdulah Nur, meminta warganya agar waspada terhadap serangan DBD yang sedang berlangsung di Labuan Bajo dan sekitarnya dengan melakukan gerakan 3M.

Pihak kecamatan mengumumkan di beberapa ruas jalan di Labuan Bajo agar semua warga berwaspada dengan menjaga kebersihan lingkungan.

"Saya sudah antisipasi lewat pengumuman berulangkali. Terutama agar warga melakukan gerakan 3 M. Menguras, membersihkan penampungan air dan menguburkan sampah yang bisa digenangi air," kata Abdulah kepada wartawan, Selasa (11/12/2018).

Rayakan HUT ke-19, Ini Pesan Ketua Dharma Wanita Persatuan Pusat

Dia juga meminta warganya agar menggunakan kelambu saat tidur serta memakai lotion atau obat pembasmi nyamuk.

"Semua warga harus menjaga kebersihan lingkungan. Kami juga bersama masyarakat dan Dinas Kesehatan mendorong gerakan sanitasi total berbasis masyarakat," kata Abdulah.

Moke dan Sarung Tenun Akhiri Laporan Pencemaran Nama Baik ke Polres Sikka

Untuk diketahui, bertambahnya jumlah korban serangan DBD di kota pariwisata Labuan Bajo khusus untuk Bulan Desember 2018 ini sangat menonjol.

Pada Kamis (6/12/2018) lalu, jumlah korban di Bulan Desember sebanyak 24 orang. Namun berselang lima hari atau pada Selasa (11/12/2018) jumlahnya naik menjadi 54 orang korban atau bertambah 30 orang.

Dengan demikian, mulai bulan September 2018 hingga memasuki minggu kedua Bulan Desember 2018, jumlah korban serangan DBD di Flores Barat itu sebanyak 271 orang korban.

"Intinya sampai saat ini serangan DBD di Manggarai Barat, terutama di Labuan Bajo belum berakhir," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mabar dr Imaculata Veronika Djelulut.

Disampaikannya, penanganan terhadap serangan DBD masih berlangsung sampai saat ini.

Status Kejadian Luar Biasa (KLB) atas serangan nyamuk DBD belum dicabut, sejak diberlakukan mulai 1 Oktober 2018 di daerah itu.

"Saat ini kami sedang identifikasi lagi lokasi baru yang harus difogging. Dalam satu atau dua hari ke depan fogging dilakukan lagi," kata Imaculata. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Servatinus Mammilianus)

Penulis: Servan Mammilianus
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved