Berita NTT Terkini
Dua Bulan Bisa Hasilkan Rp 1 Miliar, Orang ini Minta Gunakan Dana Desa untuk Kembangkan Kelor
Dua Bulan Bisa Hasilkan Rp 1 Miliar, Orang ini Minta Gunakan Dana Desa untuk Kembangkan Kelor
Penulis: Adiana Ahmad | Editor: Fredrikus Royanto Bau
"Sedangkan klaster biji kita baru canangkan di pekarangan, pematang dan teras-teras. Pohonnya tidak dipangkas seperti klaster daun.
Tapi daunnya bisa dimanfaatkan untuk konsumsi keluarga dalam rangka perbaikan gizi keluarga atau mencegah gizi buruk dan stunting.
Kita juga bagi bibit ke gereja dan masjid. Kita harus bekerja bersama menyukseskan program ini. Target kita tahun 2023, sudah ada 50 juta pohon kelor di NTT," demikian Yohanes.
Dikatakan Yohanes, untuk memenuhi target 1.000 ton per tahun pihaknya juga meminta pemerintah kabupaten/kota menyiapkan lahan 40-60 hektar untuk pengembangan kelor.

"Satu kontainer itu nilainya Rp 1 miliar. Kerjanya cuma dua bulan. Kita harap pemerintah kabupaten/kota juga bergerak di lapangan. Kita juga minta bank bantu pembiayaan dalam bentuk kredit lunak. Kita optimis program ini berhasil karena pembelinya sudah ada," jelas Yohanes.
"Saya jamin 1.000 ton per tahun bisa terpenuhi. Pengembangan kelor tidak mengubah fungsi lahan. Bisa manfaatkan lahan tidur, semak belukar. Masih banyak lahan di NTT belum dimanfaatkan," tambah Yohanes. (*)