Berita NTT Terkini
Wagub NTT Josef Nae Soi Apresiasi Film Pendek dan Film Dokumenter NTT
Wakil Gubernur (Wagub) Nusa Tenggara Timur (NTT) Drs Josef Nae Soi mengapresiasi film pendek dan dokumenter orang NTT
Penulis: Ryan Nong | Editor: Agustinus Sape
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong
POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Wakil Gubernur (Wagub) Nusa Tenggara Timur (NTT) Drs Josef Nae Soi mengapresiasi kreativitas dan kualitas film pendek serta film dokumenter yang diproduksi oleh orang muda di NTT.
Apresiasi itu diberikan Wagub Josef saat menyaksikan pemutaran film dan malam pengumuman Festival Film Pendek dan Dokumenter (FFPD) NTT 2018 di Ruang Bioskop SMA Negeri 3 Kupang, Jalan WJ Lalamentik Kupang pada Minggu (28/10/2018) malam.
Kepada wartawan, Wagub Josef memuji hasil karya anak muda NTT sebagai hal yang luar biasa.
Ia juga memberikan apresiasi yang tinggi terhadap Festival Film Pendek dan Dokumenter (FFPD) NTT yang memasuki tahun kelima penyelenggaraannya.
"Ini luar biasa, termasuk untuk melatih anak-anak muda untuk kita dalam menggali potensi-potensi yang ada di Nusa Tenggara Timur ini agar bisa memberikan atraktif yang luar biasa bagi pembangunan daerah," ungkapnya.
Wagub Josef menjelaskan, Pemerintah Provinsi NTT akan mendorong generasi muda dalam melahirkan karya-karya kreatif termasuk memproduksi film-film pendek dan dokumenter senada dengan gerakan pariwisata yang dijadikan sebagai prime move Provinsi NTT dalam periode kepemimpinan mereka.
"Apalagi saya dan pak Viktor (Gubernur NTT) mengedepankan pariwisata sebagai prime move, jadi mungkin atraksi ini kita akan dorong supaya generasi muda bisa membikin film dokumenter dan film-film pendek lebih banyak lagi ke depan," tutur Josef.
Kepada generasi muda insan film NTT yang menghadiri acara, Josef berpesan agar generasi muda tetap ikut dalam NTT Bangkit dengan semangat perjuangan Sumpah Pemuda. Karena menurut Josef, bangkit merupakan sebuah refleksi manusia sebagai manifestasi akan kehidupan yang lebih baik.
Terkait karya kreatif untuk membuat dan memproduksi film-film lokal, Josef mengingatkan bahwa dari sudut edukasi dan pedagogi, film lokal memberi gambaran kepada generasi muda tentang potret kehidupan dan budaya sekaligus menjadi perekat ke-Indonesia-an kita.
"Film juga memberikan daya perekat bahwa kebudayaan serta tradisi bisa memberi warna dan nilai tambah bagi perkembangan kepribadian dan peradaban suatu masyarakat," tutur Josef.
Josef menyatakan sangat bergembira ikut menyaksikan dan menghadiri acara FFPD NTT 2018 walaupun ia baru terbang dari Makasar.
"Acara ini luar biasa, saya sangat bergembira, apalagi saya juga baru tahu kalau ada teater di SMA 3," ungkapnya.
Pieter Kembo, penanggung jawab Festival Film Pendek dan Dokumenter (FFPD) NTT 2018 menyampaikan terima kasih kapada Pemerintah Provinsi NTT melalui Wakil Gubernur yang hadir dan memberikan dukungan langsung kepada insan perfilman NTT.
Ia menyatakan, penyelenggaraan festival bukan sekadar pementasan sebuah skrip saja, tapi bagaimana menjaga nilai pendidikan, nilai budaya, nilai wisata yang ada.