Berita Ekonomi Bisnis

Data Tidak Lengkap, Sulit Undang Investor Masuk NTT

Investor butuh data lengkap baru masuk di NTT maka pemerintah harus memiliki data yang baik

Penulis: Adiana Ahmad | Editor: Hermina Pello
Pos Kupang/Hermina Pello
Kepala BPS NTT, Maritje Pattiwaellapia 

Laporan Wartawan POS-KUPANG.COM, Adiana Ahmad

POS-KUPANG.COM | KUPANG- Wakil Ketua Kadin NTT, Bobby Lianto mengatakan ketika tampil sebagai narasumber pada acara Ekspose Data Strategis BPS NTT dan Workshop Wartawan di Sotis Hotel, Selasa (23/10/2018).

Dalam kegiatan yang mengangkat tema 'Dengan Data Menuju NTT Bangkit dan Sejahtera', empat narasumber yakni Kepala Bappeda Provinsi NTT, Wayan Darmawan, Dr. Agus Nalle dari akademisi, dan Kepala BPS Provinsi NTT, Maritje Pattiwaellapia serta Bobby sepakat bahwa persoalan data menjadi persoalan serius bagi perencanaan pembangunan di NTT.

"Untuk investasi butuh data yang matang dan lengkap. Selama ini kami menggunakan data BPS. Padahal kami berharap, penanaman modal yang lebih berperan untuk menyiapkan data-data potensi secara detail," kata Bobby

Ia mengatakan, data BPS masih bersifat makro atau sebagai data dasar saja.
"Kalau mau undang investor datang ke NTT maka harus memiliki data yang baik," katanya.

Baca: Dana Desa Rp 14,31 Triliun Disalurkan ke Daerah Terluar-Terdepan

Baca: OTT Kepala Daerah di Cirebon, KPK Amankan Uang Miliaran Rupiah

Narasumber lainnya, Wayan Darmawan mengatakan, data belum dipahami sebagai bagian terpenting dalam perencanaan pembangunan sehingga menyulitkan Bappeda dalam mengusulkan perencanaan pembangunan.

Sementara Agus Nalle mengatakan, seluruh pembangunan harus berbasis data.
"Namun harus diakui sampai saat ini belum ada keseragaman data. Padahal data menjadi dasar bagi semua pemangku kepentingan untuk mengambil kebijakan," jelasnya.

Baca: Wah Telkomsel Bagi-Bagi Hadiah Akhir Tahun Ada Mercedez Lho, Mau Tahu Caranya?

Data yang baik, jelas Agus, memiliki tiga spektrum yakni, menggambarkan kondisi kekinian, masa lalu dan prediksi sesuatu yang akan datang. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved