Berita Ekonomi Bisnis

Ini Tekad PLN Wilayah NTT Untuk Semua Desa Bisa Nikmati Listrik

Masih banyak desa di NTT belum ada listrik. Ini tekad PLN Wilayah NTT untuk masyarakt bisa menikmati listrik

Penulis: Hermina Pello | Editor: Hermina Pello
zoom-inlihat foto Ini Tekad PLN Wilayah NTT Untuk Semua Desa Bisa Nikmati Listrik
POS-KUPANG.COM/HERMINA PELLO
SERAHKAN-Manajer Unit Pelaksana Proyek Kelistrikan Kupang PT PLN Wilayah NTT, Joko Martono menyerahkan cenderamata di PLN Sub Rayon Naikliu, Jumat (5/10/2018)

Laporan Wartawan POS-KUPANG.COM, Hermina Pello

POS-KUPANG.COM |KUPANG-PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Wilayah NTT terus untuk meningkatkan rasio elektrifikasi di NTT yang saat ini mencapai 61,01 persen.

Manajer Unit Pelaksana Proyek Kelistrikan Kupang PT PLN Wilayah NTT, Joko Martono, menyampaikan hal itu saat ditanya dalam kegiatan Press Tour PLN NTT di Sub Rayon Amfoang, Sabtu (6/10/2018).

Ia menjelaskan, rasio elektrifikasi di NTT hingga Agustus 2018 mencapai 61,01 persen dengan total pelanggan 694.680 pelanggan.

Baca: IMF Puji Persiapan Indonesia dalam Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia

Baca: Tiga Atraksi Ini Sudah Bisa Anda Nikmati di Flores Timur Setiap Tahun, Simak!

Joko mengatakan, rasio desa berlistrik di NTT sudah mencapai 72,59 persen, yakni dari 3.353 desa di NTT sudah berlistrik 2.433 desa, dan sisanya sementara dalam progres.

RAWAT MESIN-Petugas PLN di sub rayon Oepoli sementara merawat mesin pembangkit listrik. Gambar diambil Sabtu (6/10/2018)
RAWAT MESIN-Petugas PLN di sub rayon Oepoli sementara merawat mesin pembangkit listrik. Gambar diambil Sabtu (6/10/2018) (POS-KUPANG.COM/HERMINA PELLO)

"Untuk program wujudkan NTT 100 persen desa berlistrik, yakni dari 1.200 desa yang sudah ada kontrak sebanyak 600 desa sudah proses, dan yang sudah menyala 329 desa. Sisanya masih dalam on going dan 600 lagi tahap lelang," kata Joko.

Joko mengatakan, sebelum tahun 2016, PLN hanya mampu melistriki 100 desa karena keterbatasan biaya, maka sejak tahun 2017, dana tidak menjadi masalah lagi untuk listrik sampai ke desa-desa.

Baca: Menpar Resmikan Destinasi Digital Pantai Pasir Putih Belu

"Mulai tahun 2017, dana tidak lagi kendala. Tetapi yang menjadi kendala adalah mitra atau vendor. Pada tahun 2017, ada 600 desa yang harusnya berlistrik, tapi kenyatannya baru setengah yang diselesaikan karena mitra yang terbatas," ungkap Joko.

Ia mengatakan, dalam pekerjaan jaringan listrik kadang masalah geografis dan akses yang sulit menjadi kendala bagi mitra. "Tapi setiap hari selalu ada laporan perkembangan di lapangan," ujarnya.

Joko menyampaikan bahwa salah satu kendala dalam meningkatkan rasio elektrifikasi ada daerah yang jaringan PLN sudah ada, tapi masyarakat tidak mampu untuk biaya penyambungan.  (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved