Berita NTT Terkini

Menpar Resmikan Destinasi Digital Pantai Pasir Putih Belu

Menteri Pariwisata (Menpar), Arief Yahya meresmikan destinasi digital baru, di Pantai Pasir Putih Atambua, di Desa Kenebibi, Kabupaten Belu

Menpar Resmikan Destinasi Digital Pantai Pasir Putih Belu
KOMPAS.com/SIGIRANUS MARUTHO BERE
Menteri Pariwisata, Arief Yahya, saat meresmikan destinasi digital baru, di Pantai Pasir Putih Atambua, di Desa Kenebibi, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (5/10/2018). 

POS-KUPANG.COM | ATAMBUA - Menteri Pariwisata (Menpar), Arief Yahya meresmikan destinasi digital baru, di Pantai Pasir Putih Atambua, di Desa Kenebibi, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (5/10/2018).

Pembukaan destinasi digital milik Generasi Pesona Indonesia (Genpi) Atambua ini, dimeriahkan dengan Festival Wonderful Indonesia.

"Dengan mengucap Bismillah, saya resmikan pasar digital Pantai Pasir Putih. Sekaligus, Saya buka Festival Wonderful Indonesia. Semoga dengan adanya destinasi digital baru ini, pariwisata Belu dan NTT makin maju," ujar Arief.

Baca: BNPB Perkirakan 5.000 Orang Masih Tertimbun di Balaroa dan Petobo

Baca: Ramalan Zodiak Hari Ini, 8 Oktober 2018, Taurus, Leo Dan Aries Romantis, Cancer Beri Ruang Khusus

Kehadiran Arief Yahya di ajang ini disambut tarian Likurai. Sebagai penghormatan, Arief juga diajak makan sirih pinang bersama Bupati Belu Willybrodus Lay dan Bupati Halmahera Barat Danny Missy.

Arief mengatakan, Pemerintah Daerah bisa memanfaatkan destinasi digital untuk mempromosikan pariwisata. Caranya, dengan menggandeng anak-anak Genpi untuk memviralkan.

Baca: Mendikbud Berharap Festival Fulan Fehan Terus Dilaksanakan

Baca: KPop BTS Konser di Stadion Besar Citi Filed Amerika, Warga Korea Ramai-Ramai Tulis Begini

"Sebab keahlian anak-anak Genpi ini menciptakan trending topik nasional. Dengan pasar digital dan Genpi, berpromosi jadi lebih mudah dan murah," terang Arief.

Arief juga mendorong Bupati Belu untuk membuat destinasi digital serupa. Dijelaskannya, hanya dengan modal Rp 200 juta, hasil yang didapatkan (promosi) nilainya jauh lebih besar.

"Destinasi digital ini bisa menjadi wadah kreasi masyarakat sekaligus menjadi atraksi. Sehingga destinasi wisata menjadi terus hidup," ujarnya.

Sebagai pelengkap, lanjut Arief, pemda bisa mengembangkan nomadic tourism. Bentuknya bisa berupa glamp camp atau karavan. Penempatannya bisa di destinasi-destinasi termasuk pasar digital.

"Nomadic tourism adalah solusi sementara tapi untuk selamanya. Masih sulit dan lama untuk membangun hotel. Dengan nomadic tourism, bisa dipindah-pindah sesuai destinasi yang sedang diminati," tuturnya.

Halaman
12
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help