Opini Pos Kupang

Menjadi Instrumen Belas Kasih Allah

Kongres Kerahiman Ilahi Asia IV 2018 (Asian Apostolic Congress on Mercy -AACOM IV) berlangsung di Penang Malaysia, 26-28 September 2018.

Editor: Kanis Jehola
zoom-inlihat foto Menjadi Instrumen Belas Kasih Allah
ISTIMEWA
RD. Maxi Un Bria

Intinya berpikir, berbicara dan melakukan belas kasih Allah dalam hidup setiap hari dalam merayakan dan memaknai interaksi dengan Allah dan sesama hendaknya menjadi bagian yang natural dan habitus para devosan-partisipan.

Kongres Kerahiman Ilahi memberikan pesan perutusan bagi para partisipan untuk menjadi saksi-saksi Kerahiman Ilahi dan hadirkan kegembiraan Injil dimana pun berada, dengan mengembangkan komitment evangelisasi.

Evangelisasi dimaknai sebagai keterbukaan hati dan komitmen untuk membaca dan mewartakan Kitab Suci, berbagi pengalaman iman dengan sesama tetang kabar gembira dan belas kasih Allah yang dijumpai dan dialami dalam hidup.

Kongres Kerahiman Ilahi se Asia IV juga memberikan pemahaman baru dan pengalaman yang memperkaya iman dan hidup partisipan. Pembaharuan dan komitmen untuk menjadi saksi kabar gembira yang hadirkan damai sejahtera dan mendorong perbuatan-perbuatan baik dalam hidup bergereja, bermasyarakat dan bernegara. Gereja dipanggil dan diutus untuk hadirkan kegembiraan dan perdamaian bagi dunia. Setiap orang yang dibaptis dipanggil dan diutus untuk mewartakan kabar baik dari Allah bagi sesama dan dunia. Adapun kabar baik Allah bagi dunia hendaknya dihidupi dengan pikiran, perkataan dan perbuatan-perbuatan kebajikan yang mengangkat martabat sesama dan memuliakan Allah.

Pengalaman dan perjumpaan dengan Allah yang berbelas kasih menggerakkan hati kita untuk berkonsiliasi dengan sesama, sebagaimana Allah telah memberikan pengampunan dan belas kasih terhadap diri kita sebagai orang berdosa, demikian juga dalam spirit Kerahiman Allah setiap kita hendaknya dengan murah hati memberikan pengampunan dan belas kasih terhadap sesama yang bersalah terhadap kita. Pengampunan yang dilakukan secara ikhlas dan gembira dapat menghadirkan penyembuhan, kebahagiaan dan kekuatan baru dalam hidup.

Akhirnya rangkaian kegiatan Kongres Kerahiman Ilahi Asia IV di Penang yang diisi dengan berbagai seminar, ceramah dan shering pengalaman iman memberikan pesan utama
"Hendaknya kita bergembira dalam pelayanan dan interaksi sosial serta berbagi aktivitas sebagai upaya menghadirkan belas kasih Allah bagi semua orang yang dijumpai dan dilayani."

Kongres Kerahiman Ilahi Asia IV ditutup dengan Ekaristi Kudus yang dipimpin oleh Mgr. Ruperto C. Santos, D.D Uskup Delegatus Kerahiman Ilahi Asia, di Gereja Kerahiman Ilahi Penang. Ekaristi penutupan diawali dengan pembaharuan baptis dan komitmen untuk mewartakan serta memberikan kesaksian tentang Kerahiman Ilahi yang hadirkan kegembiraan dan damai sejahtera bagi banyak orang dalam hidup keluarga, komunitas, gereja, masyarakat dan negara. Semoga hati dan budi kita terbuka berkenan menjadi instrument Allah yang selalu berupaya, berpikir, berkata dan melakukan kebajikan sebagai implementasi dari Kerahiman Ilahi yang berbelas kasih, murah hati, peduli, berbagi dan menghadirkan kegembiraan dimana pun kita berada. Jesus I Trust in You, Tuhan Engkaulah Andalanku. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved