Opini Pos Kupang
Menjadi Instrumen Belas Kasih Allah
Kongres Kerahiman Ilahi Asia IV 2018 (Asian Apostolic Congress on Mercy -AACOM IV) berlangsung di Penang Malaysia, 26-28 September 2018.
Oleh: RD. Maxi Un Bria, Rohaniwan Keuskupan Agung Kupang
"Allah memiliki misi keselamatan bagi seluruh umat manusia" (Michaelenko Seraphim)
Kongres Kerahiman Ilahi Asia IV 2018 (Asian Apostolic Congress on Mercy -AACOM IV) berlangsung di Penang Malaysia, 26-28 September 2018.
Sebanyak 1400 peserta termasuk Duta Vatikan Malaysia, 16 Uskup dari Asia, 120-an imam dan delegasi dari setiap negara. Kerinduan para partisipan untuk mendengarkan dan mengalami Kerahiman Ilahi serta Kegembiraan Injili telah menggerakkan mereka untuk berdevosi kepada Kerahiman Ilahi yang terkenal dengan penggalan doa "Jesus I trust in You, Yesus Engkaulah Andalanku".
Orang yang percaya selalu berharap dan mengandalkan kekuatan belas kasih Allah dalam hidup. Kongres Kerahiman Ilahi Asia IV dengan tema "Mengalami Belas kasih Allah dalam Sukacita Injili di Asia" berlangsung di Space Convention Centre, Penang, salah satu negara bagian dari Malaysia.
Baca: Moratorium Tambang di NTT
Jika selama ini banyak orang datang ke Kota Penang untuk wisata kesehatan, maka pada pekan ini para peserta AACOM IV datang untuk mengalami, merayakan dan berbagi akan pengalaman belas kasih Allah dalam semangat inklusive, persaudaraan dan keanekaragaman. Menarik karena AACOM IV dapat mempertemukan dan mengakrabkan para devosan Kerahiman Ilahi di ASIA dengan latar belakang budaya dan negara yang berbeda.
Kongres ini diawali dengan misa yang dipimpin oleh Mgr. Joseph Salvador Marino Duta Vatikan di Malaysia. Dalam homilinya, Ia menegaskan bahwa Panggilan dan perutusan untuk mewartakan dan menghadirkan kemurahan hati dan belas kasih Allah bagi dunia dan khususnya Asia adalah panggilan kita semua.
Sebagaimana diajarkan Paus Fransiskus bahwa "Menjadi murah hati dan penuh belas kasih dalam hidup adalah dasar dari kehidupan Gereja." Gereja dipanggil untuk mewartakan dan memberikan kesaksian tentang belas kasih Allah dalam pelayanan dan interaksi sosial setiapwaktu.
Karena itu Kongres Kerahiman Ilahi Asia IV, dimaknai sebagai anugerah Allah untuk terus menerus memperbaharui cara manusia berpikir, bertutur dan bertindak dalam menghadirkan belas kasih dan kemurahan hati Allah.
Lebih jauh Mgr. Salvador Marino mengatakan "Menjadi murah hati dan berbelas kasih artinya siap sedia untuk mengikuti cara berpikir Allah sendiri. Hendaklah kamu murah hati seperti Bapa yang murahhati" ( cf.Lk 6:36).
Selanjutnya Mgr. Ruperto C. Santos, Uskup delegatus dan Koordinator Kerahiman Ilahi ASIA dalam sambutannya menegaskan tiga hal yang patut dihayati para devosan Kerahiman Ilahi dan Kaum Kristiani dalam hidup
.
Pertama, Think of Mercy. Berpikir belas kasih. Seringkali manuisa mengalami kecemasan dan ketakuatan tentang apa yang akan terjadi di masa depan. Ada begitu banyak hal yang dicemaskan dan menakutkan. Karena itu anjuran untuk berpikir dan mengingat tentang belas kasih serta kemurahan hati Allah dapat memberikan ketenangan dan kedamaian.
"Ingatlah seruan setiap kali saat merayakan ekaristi "Lord Have Mercy" (Tuhan Kasihanilah kami). Berpikir tentang belas kasih Allah membuat diri kita special dihadapan Tuhan dan sesama. Pikiran belas kasih juga berdampak terhadap penyembuhan luka-luka bathin yang digumuli dan dialami selama hidup.
Kedua, Speak of Mercy. Berbicaralah dengan penuh belas kasih. Kekuatan ucapan berdampak pada aksi-tindakan manusia. Kita telah mendengar banyak kisah dan menjumpai banyak kejadian dalam hidup. Bahkan kita telah mengucapkan banyak kata. Tetapi apakah kata-kata yang terucap, mencerminkan kasih dan belas kasih Allah?
Speak of Mercy berarti setiap kata yang diucapkan hendaknya terarah pada belas kasih dan kemurahan hati yang menginspirasi para pendengar dan mampu mengedepan kan belas kasih dalam hidup. Kata-kata belas kasih selalu menolong manusia menghindari kekerasan verbal yang memicu konflik dan kekerasan.
Ketiga, Perform-tindakan dan penghayatan hidup yang selalu hadirkan belas kasih Allah. Kerahiman Ilahi mengispirasi aksi setiap orang untuk setia mengembangkan tanggungjawab dalam pekerjaan-pekerjaan yang dipercayakan. Melakukan tindakan belas kasih bagi sesama sebagai sebuah pelayanan dan kesaksian kaum beriman.
Intinya berpikir, berbicara dan melakukan belas kasih Allah dalam hidup setiap hari dalam merayakan dan memaknai interaksi dengan Allah dan sesama hendaknya menjadi bagian yang natural dan habitus para devosan-partisipan.
Kongres Kerahiman Ilahi memberikan pesan perutusan bagi para partisipan untuk menjadi saksi-saksi Kerahiman Ilahi dan hadirkan kegembiraan Injil dimana pun berada, dengan mengembangkan komitment evangelisasi.
Evangelisasi dimaknai sebagai keterbukaan hati dan komitmen untuk membaca dan mewartakan Kitab Suci, berbagi pengalaman iman dengan sesama tetang kabar gembira dan belas kasih Allah yang dijumpai dan dialami dalam hidup.
Kongres Kerahiman Ilahi se Asia IV juga memberikan pemahaman baru dan pengalaman yang memperkaya iman dan hidup partisipan. Pembaharuan dan komitmen untuk menjadi saksi kabar gembira yang hadirkan damai sejahtera dan mendorong perbuatan-perbuatan baik dalam hidup bergereja, bermasyarakat dan bernegara. Gereja dipanggil dan diutus untuk hadirkan kegembiraan dan perdamaian bagi dunia. Setiap orang yang dibaptis dipanggil dan diutus untuk mewartakan kabar baik dari Allah bagi sesama dan dunia. Adapun kabar baik Allah bagi dunia hendaknya dihidupi dengan pikiran, perkataan dan perbuatan-perbuatan kebajikan yang mengangkat martabat sesama dan memuliakan Allah.
Pengalaman dan perjumpaan dengan Allah yang berbelas kasih menggerakkan hati kita untuk berkonsiliasi dengan sesama, sebagaimana Allah telah memberikan pengampunan dan belas kasih terhadap diri kita sebagai orang berdosa, demikian juga dalam spirit Kerahiman Allah setiap kita hendaknya dengan murah hati memberikan pengampunan dan belas kasih terhadap sesama yang bersalah terhadap kita. Pengampunan yang dilakukan secara ikhlas dan gembira dapat menghadirkan penyembuhan, kebahagiaan dan kekuatan baru dalam hidup.
Akhirnya rangkaian kegiatan Kongres Kerahiman Ilahi Asia IV di Penang yang diisi dengan berbagai seminar, ceramah dan shering pengalaman iman memberikan pesan utama
"Hendaknya kita bergembira dalam pelayanan dan interaksi sosial serta berbagi aktivitas sebagai upaya menghadirkan belas kasih Allah bagi semua orang yang dijumpai dan dilayani."
Kongres Kerahiman Ilahi Asia IV ditutup dengan Ekaristi Kudus yang dipimpin oleh Mgr. Ruperto C. Santos, D.D Uskup Delegatus Kerahiman Ilahi Asia, di Gereja Kerahiman Ilahi Penang. Ekaristi penutupan diawali dengan pembaharuan baptis dan komitmen untuk mewartakan serta memberikan kesaksian tentang Kerahiman Ilahi yang hadirkan kegembiraan dan damai sejahtera bagi banyak orang dalam hidup keluarga, komunitas, gereja, masyarakat dan negara. Semoga hati dan budi kita terbuka berkenan menjadi instrument Allah yang selalu berupaya, berpikir, berkata dan melakukan kebajikan sebagai implementasi dari Kerahiman Ilahi yang berbelas kasih, murah hati, peduli, berbagi dan menghadirkan kegembiraan dimana pun kita berada. Jesus I Trust in You, Tuhan Engkaulah Andalanku. (*)