Berita Nasional

Vaksin Measles Rubella Positif Mengandung Babi dan Organ Manusia, Ini Penjelasan MUI Kalbar.

Vaksin Measles Rubella Positif Mengandung Babi dan Organ Manusia, Ini Penjelasan MUI Kalbar.

Vaksin Measles Rubella Positif Mengandung Babi dan Organ Manusia, Ini Penjelasan MUI Kalbar.
pos kupang.com, teni jenahas
Anggota Pos Dafala Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif 843/PSY membantu petugas medis saat imunisasi Measles Rubella (MR) di Wedomu. 

“Selasa tanggal 21 Agustus 2018, MUI Pusat akan rapat pleno untuk mengambil sikap seperti apa. Jadi karena itu, kami dari MUI Provinsi Kalbar belum bisa memberi kepastian fatwanya,” imbuhnya.

Ia menimpali sepanjang belum ada fatwa yang membolehkan terkait vaksin MR, maka pihaknya mengimbau umat muslim khususnya Kalbar untuk menunda imunisasi sesuai kesepakatan MUI Pusat dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) beberapa waktu lalu.

“MUI Pusat akan rapat pleno. Kita tetap masih menunggu hasil pleno. Apakah bisa kembali pada Fatwa MUI Nomor 4 Tahun 2016 tentang Imunisasi, yakni karena ada unsur darurat atau lil-hajaat,” paparnya.

Ia meminta pemerintah melalui Kemenkes RI agar berusaha untuk mencari dan melakukan upaya bagaimana agar bisa punya vaksin yang halal.

Baca: Gerindra Berikan Kursi Wagub DKI ke PKS jika Anies Mau Jadi Kader

Baca: Mengenal Sesar Naik Flores dan Amukannya yang Picu Serial Gempa Lombok

Baca: Dua Korban Kecelakaan Lalulintas di Malaka Tidak Menggunakan Helm dan SIM

HM Basri Har tidak menampik kasus temuan kandungan babi dalam virus MR sama seperti kasus terdahulu yakni pada vaksin meningitis untuk haji.

“Dulu kan begitu juga, ada unsur babi. Namun, waktu itu dikeluarkan fatwa pemberian vaksin diperbolehkan karena darurat. Karena orang sudah mau berangkat haji dan tidak bisa masuk ke Arab Saudi kalau tidak divaksin, maka diberlakukan unsur darurat," katanya.

"Sekarang kan sudah ditemukan vaksin meningitis yang sudah halal. Begitu juga harapannya terhadap vaksin MR ini. Namun, kita belum bisa mendahului.  Kita tunggu hasil kepastiannya hari Selasa nanti,” pungkasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat dr Andy Jap mengatakan hingga saat ini dirinya belum menerima informasi terkait hal ini dari Kemenkes RI.

“Sampai saat ini tidak ada pemberitahuan atau info dari Kemenkes tentang hal tersebut,” ujarnya kepada Tribun Pontianak, Minggu (19/8/2018) sore.

Ia mengimbau masyarakat untuk menunggu informasi lanjutan terkait vaksin MR yang saat ini masih tetap berjalan.

Baca: Dua Korban Kecelakaan Lalulintas di Malaka Tidak Menggunakan Helm dan SIM

Baca: Polisi Tetapkan 8 Suporter Timnas sebagai Tersangka Rekondisi Tiket

Baca: Sepak Bola Putra Asian Games 2018, Indonesia Lolos, Thailand Terancam

Halaman
1234
Editor: Fredrikus Royanto Bau
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved