Opini Pos Kupang
Relawan Politik dan Civic Engagement
Mereka berusaha untuk mempromosikan figur-figur yang akan berkontestasi dalam perhelatan demokrasi sambil mengemukakan
Karena itulah, kita berharap agar kemunculan relawan politik mesti menjadi titik tolak bagi partai dan elite politik untuk melakukan refleksi atas peran keterlibatan mereka dalam perpolitikan nasional.
Harus diakui bahwa partai dan elite politik yang mestinya meningkatkan kapabilitas dan krediblitas, justru semakin tidak dipercayai oleh rakyat. Rakyat tidak lagi antusias untuk menyalurkan aspirasi politik melaluinya karena seringkali mereka melupakan aspek elementer dari orientasi politik itu.
Keberadaan kelompok relawan merupakan salah satu buktinya. Jangan sampai ini adalah bentuk kekecewaan rakyat terhadap partai dan elite politik. Partai dan elite politik perlu berkaca diri: apakah selama ini mekanisme partai politik mengakomodasi kepentingan rakyat ataukah mekanisme itu diproses secara pragmatis.
Bukan rakyatlah yang bisa meningkatkan kredibilitas partai politik. Partai dan elite politiklah sendirilah yang mestinya merevitalisasi model dan kiblat perjuangan mereka sehingga mendapat kembali kepercayaan rakyat.
Partai dan elite politik mesti memperlihatkan kualitas perjuangan dengan mengembalikan esensi perjuangan itu kepada substansinya. Publik mesti diyakinkan bahwa partai politik dapat diandalkan untuk memperjuangkan kepentingan bersama.
Partai politik mesti menjadi tempat untuk mencetak tokoh-tokoh protagonis dalam perpolitikan. Partai politik harus menjadi sarana penyaluran aspirasi rakyat dan bukannya sarana penyaluran aspirasi elite-elite ataupun kelompok kepentingan tertentu saja.
Partai politik mesti kembali kepada fitrahnya dan tidak boleh lagi mengeliminasi kehendak rakyat dari perjuangan politik. Harapan-harapan rakyat mesti dikelola secara baik dan dijadikan sebagai basis dalam merumuskan kebijakan-kebijakan partai.
Konsisten
Berkembanganya relawan politik telah memberi angin segar bagi praksis perpolitikan kita. Rakyat yang selama ini merasa aspirasi mereka kurang didengar, kini dapat berjuang melalui para relawan politik.
Namun demikian, kita juga berharap agar kelompok relawan ini tidak terperangkap dalam cara berpolitik yang mengabaikan kepentingan bangsa. Mereka harus tetap konsisten pada kiblat perjuangan. Berkaitan dengan ini, ada beberapa catatan.
Pertama, relawan politik mesti menghindarkan diri dari jebakan kapitalisasi. Hal ini penting sebab acapkali relawan juga terperangkap, entah karena kesamaan orientasi dengan partai (elite) politik atau juga karena memang tidak sadar diinstrumentalisasi untuk kepentingan tertentu.
Jangan sampai relawan politik berafiliasi dengan partai ataupun elite politik tertentu. Adalah tidak elok, jika pada akhirnya relawan politik tidak beda jauh dengan gerakan partisan partai politik sebagaimana selama ini seringkali disorot dan dikritik.
Sungguh mengecewakan jika relawan politik meminta jatah (hadiah) tertentu dari figur yang mereka dukung, manakalah figur tersebut mendapatkan posisi tertentu.
Relawan politik tidak boleh mengejar kepentingan politik. Yang mereka kejar adalah kepentingan seluruh rakyat. Perlu diingat bahwa mereka adalah kekuatan besar. Karenanya, mereka tidak boleh memberikan kekuatan itu kepada partai ataupun elite politik tertentu.
Kedua, relawan politik mesti menjadi kelompok yang selalu melontarkan wacana publik diskursif. Dengan demikian, mereka turut memelihara nalar sosial sambil menggunakannya untuk kepentingan bersama.