Opini Pos Kupang
One Api Pande Nggelok Marsel Robot
Kegagalan Pemerintah Provinsi NTT tidak hanya di Manggarai Timur, tetapi juga di wilayah-wilayah lain di Flores, seperti di wilayah
Dunia fakta kemiskinan dan kemelaratan masyarakat pada saat ini dibawa ke dunia fiksi alam baka di liang lahat oleh Marsel Robot dalam nyanyian duka One Api Pande Nggelok.
Api Pande Nggelok adalah dunia fiksi yang diajarkan guru agama kita (Katolik dan Protestan) sejak SD. Posisi Api Pande Nggelok berada di antara Surga dan Neraka. Umat manusia yang hidup baik dan rukun dengan sesama di dunia ini diceritakan dapat masuk Surga yang pintu gerbangnya dijaga ketat oleh Santu Petrus dengan pedang menyala di tangan.
Sebaliknya, umat manusia berdosa besar yang selama hidupnya hanya merusak peradaban manusia, misalnya membunuh orang, menjadi teroris, korupsi, berdagang agama untuk kepentingan politik, langsung dilempar ke Nereka yang digambarkan sebagai lubang api menyala yang membakar tubuh manusia berdosa itu untuk selama-lamanya.
Api Pande Nggelok digambarkan sebagai tempat penyucian atas segala dosa yang telah diperbuatnya di dunia ini sebelum diangkat ke tempat abadi di Surga. Lamanya arwah berada di Api Pande Nggelok bergantung pada banyak sedikitnya doa orang yang hidup untuk arwah orang mati itu.
Masyarakat Manggarai Timur, menurut Marsel Robot, tengah berada di Api Pande Nggelok. Mereka menderita, miskin, telantar, dan terbelakang. Mereka tahu bahwa sebetulnya tidak ada dosa besar yang mereka lakukan.
Menurut mereka, yang berdosa adalah Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur, yang pada waktu musim Pilkada, Paslon Bupati dan Wakil Bupatinya berjanji sungguh-sungguh untuk meluruskan jalan yang bengkok, meratakan jalan berlubang-lubang di Manggarai Timur.
Ternyata nilai akhir merah. Kegagalan Bupati dan Wakil Bupati itulah yang menghempaskan mereka masuk Api Pande Nggelok. Maka, sangat pantas dan layaklah, secara dramatis menggemakan lagu One Api Pande Nggelok pada waktu terjebak di jalan dan jembatan yang rusak parah.
Tentu saja, lagu One Api Pande Nggelok ini tidak hanya untuk mengusung peti jenazah Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur, tetapi juga mengusung peti jenazah Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) karena sebagian jalan dan jembatan yang rusak di wilayah Manggarai Timur adalah jalan Provinsi NTT.
Kegagalan Pemerintah Provinsi NTT tidak hanya di Manggarai Timur, tetapi juga di wilayah-wilayah lain di Flores, seperti di wilayah Manggarai dan Manggarai Barat. Orang-orang Manggarai Timur di Kecamatan Elar harus melewati Kabupaten Ngada, kabupten tetangga, untuk datang di Borong ibukota kabupatennya.
Lagu requem One Api Pande Nggelok pada saat ini ditujukan langsung kepada "Paslon Aset" (Andreas Agas dan Stefanus Djahur) pemenang Pilbup Manggarai Timur, dan kepada "Paslon Victory-Joss" (Victor B. Laiskodat dan Josef Nae Soi) pemenang Pilgub NTT pada 27 Juni 2018 yang lalu.
Semoga kedua Paslon ini mampu meredam lagu duka One Api Pande Nggelok yang selama puluhan tahun ini nyaringnya terus merobek langit dan menikam kalbu. *