Krisis Malaysia, Anak-anak Buka Usaha Cuci Mobil untuk Bantu Bayar Utang Negara

Gagasan membuka layanan cuci mobil di lingkungan perumahan tercetus dari seorang warga bernama Padma Nadarajah.

Editor: Fredrikus Royanto Bau
KOMPAS.COM
Anak-anak dan remaja di Malaysia membuka usaha cuci mobil di lingkungan perumahan, di Kuala Lumpur, Sabtu (2/6/2018). Mereka ingin mendonasikan uang yang terkumpul untuk membayar utang negara. (Facebook/Teresa Kok) 

POS-KUPANG.COM|KUALA LUMPUR - Sekelompok anak dan remaja di Malaysia membuka usaha cuci mobil untuk mengumpulkan dana guna membantu bayar utang negara.

Seperti diketahui, pemerintah Malaysia telah resmi membuka rekening donasi bertajuk Hope Fund atau Tabungan Harapan Malaysia pada Rabu lalu.

Tejas Shree Udahyah (11) bersama dengan 20 temannya berusia enam hingga 17 tahun mengoperasikan layanan cuci mobil di lingkungan perumahan di Taman Yarl, Kuala Lumpur, Sabtu (2/6/2018).

"Saya sangat senang dan bangun pagi pukul 07.00 untuk memulai usaha cuci mobil bersama teman-teman," katanya, seperti dilansir dari Malaysia Kini.

Baca: Terduga Teroris di Universitas Riau Sempat Diminta Buat Bom oleh Penyerang Mapolda Riau

"Kami ingin membantu Perdana Menteri Mahathir Mohamad dan negara," katanya.

Gagasan membuka layanan cuci mobil di lingkungan perumahan tercetus dari seorang warga bernama Padma Nadarajah (60).

Namun, dia sama sekali tidak menyangka idenya akan menuai respons positif dari warga lainnya.

Dia mengatakan, seluruh uang yang terkumpul akan didonasikan kepada Hope Fund.

"Ketika pemerintah membuka donasi, saya dipaksa untuk berpikir apa yang bisa saya lakukan untuk membantu negara," ucapnya.

"Saya berbagi pemikiran ini dengan tetangga dan mereka sangat mendukung.

Beberapa juga menyumbangkan peralatan cuci," kata Padma.

Anggota parlemen Malaysia, Teresa Kok, juga nampak berada di lokasi tersebut.

Dia mengaku tergerak oleh semangat dan upaya dari masyarakat yang ingin membantu negara.

"Usaha ini dilakukan secara sukarela dan membuktikan semangat cinta negara di antara masyarakat sungguh semakin mendalam," ujarnya.

Baca: Ayo Lamar! DPD KAI NTT Buka Penerimaan Calon Advokat, Seleksinya Dijamin Transparan, Ini Jadwalnya

Teresa mengunggah foto-foto kegiatan cuci mobil yang dilakukan anak-anak dan remaja. Terlihat mereka mencuci mobil di jalan lingkungan perumahan secara bergotong royong.

Sejak diluncurkan pada Rabu (30/5/2018), dana yang terkumpul sudah mencapai 18,6 juta ringgit atau Rp 64,9 miliar.

Sementara, utang Malaysia menyentuh 1 triliun ringgit atau sekitar Rp 3.500 triliun.

Pemerintah Malaysia membuka donasi Hope Fund, setelah muncul banyak keinginan warga untuk membantu mengurangi utang negara.

Inilah gambar akun donasi yang dibuat oleh seorang warga Malaysia bernama Nik Shazarina Bakti untuk membantu utang Malaysia sebesar Rp 3.500 triliun.(GoGetFunding via The Star)

Warga Malaysia menggalang donasi untuk membantu melunasi utang yang sedang dihadapi pemerintahan Perdana Menteri Mahathir Mohamad.

Dilansir The Star Jumat (25/4/2018), Nik Shazarina Bakti, seorang aktivis HAM dari Sisters in Islam (SIS) membuka akun di GoGetFunding.

Dalam laman situs itu, Nik meminta warga Malaysia dan seluruh dunia untuk berkontribusi meringankan utang 1 triliun ringgit, atau Rp 3.500 triliun.

Perempuan 27 tahun tersebut bercerita bagaimana warga Malaysia di masa perdana menteri pertama, Tunku Abdul Rahman, bersatu mengumpulkan dana bagi Malaysia.

Baca: Bae Jin Young Wanna One Cedera Telinga Saat Konser Pertama: One the World

Mereka dengan rela menyerahkan perhiasan, uang, dan barang berharga kepada Abdul sehingga bisa pergi ke London, Inggris, dan memperoleh kemerdekaan.

"Kita bisa berkata kepada anak maupun cucu kita bahwa kita semua berinisiatif untuk menyelamatkan Negaraku Malaysia," kata Nik.

The Star memberitakan, kampanye dengan nama Please Help Malaysia telah memperoleh 3.633 dolar Amerika Serikat (AS), sekitar Rp 51,3 juta.

Hingga penutupan pada 21 Juli mendatang, kampanye tersebut menargetkan bisa mendapat donasi 100.000 dolar AS, atau Rp 1,4 miliar.

Nik dalam laman itu menyatakan, setelah penutupan, seluruh hasil donasi bakal diserahkan kepada pemerintah melalui Kementerian Keuangan.

"Saya tahu bahwa saya adalah orang asing. Namun, percaya lah, saya tidak akan mengantongi sepeser pun donasi ini," tegasnya.

Inisiatifnya menuai pujian dari salah satu netizen bernama Marina.

"Saya bangga dengan Nik. Jika Anda ingin membantu sekecil apapun, lakukanlah," tuturnya.

Sebelumnya, Mahathir dalam pernyataan di depan staf kantor perdana menteri berkata, dia menemukan kondisi keuangan Malaysia tidak dipelihara dengan baik.

"Sehingga kita mengalami masalah utang mencapai 1 triliun ringgit. Kita belum pernah menghadapi masalah ini sebelumnya," katanya.

PM berusia 92 tahun itu berujar, dulu Malaysia tidak pernah mempunyai utang lebih dari 300 miliar ringgit. "Tetapi kini mencapai 1 triliun ringgit," bebernya. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul, Bantu Bayar Utang Negara, Anak-anak di Malaysia Buka Usaha Cuci Mobil

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved