Krisis Malaysia, Anak-anak Buka Usaha Cuci Mobil untuk Bantu Bayar Utang Negara

Gagasan membuka layanan cuci mobil di lingkungan perumahan tercetus dari seorang warga bernama Padma Nadarajah.

Editor: Fredrikus Royanto Bau
KOMPAS.COM
Anak-anak dan remaja di Malaysia membuka usaha cuci mobil di lingkungan perumahan, di Kuala Lumpur, Sabtu (2/6/2018). Mereka ingin mendonasikan uang yang terkumpul untuk membayar utang negara. (Facebook/Teresa Kok) 

Teresa mengunggah foto-foto kegiatan cuci mobil yang dilakukan anak-anak dan remaja. Terlihat mereka mencuci mobil di jalan lingkungan perumahan secara bergotong royong.

Sejak diluncurkan pada Rabu (30/5/2018), dana yang terkumpul sudah mencapai 18,6 juta ringgit atau Rp 64,9 miliar.

Sementara, utang Malaysia menyentuh 1 triliun ringgit atau sekitar Rp 3.500 triliun.

Pemerintah Malaysia membuka donasi Hope Fund, setelah muncul banyak keinginan warga untuk membantu mengurangi utang negara.

Inilah gambar akun donasi yang dibuat oleh seorang warga Malaysia bernama Nik Shazarina Bakti untuk membantu utang Malaysia sebesar Rp 3.500 triliun.(GoGetFunding via The Star)

Warga Malaysia menggalang donasi untuk membantu melunasi utang yang sedang dihadapi pemerintahan Perdana Menteri Mahathir Mohamad.

Dilansir The Star Jumat (25/4/2018), Nik Shazarina Bakti, seorang aktivis HAM dari Sisters in Islam (SIS) membuka akun di GoGetFunding.

Dalam laman situs itu, Nik meminta warga Malaysia dan seluruh dunia untuk berkontribusi meringankan utang 1 triliun ringgit, atau Rp 3.500 triliun.

Perempuan 27 tahun tersebut bercerita bagaimana warga Malaysia di masa perdana menteri pertama, Tunku Abdul Rahman, bersatu mengumpulkan dana bagi Malaysia.

Baca: Bae Jin Young Wanna One Cedera Telinga Saat Konser Pertama: One the World

Mereka dengan rela menyerahkan perhiasan, uang, dan barang berharga kepada Abdul sehingga bisa pergi ke London, Inggris, dan memperoleh kemerdekaan.

"Kita bisa berkata kepada anak maupun cucu kita bahwa kita semua berinisiatif untuk menyelamatkan Negaraku Malaysia," kata Nik.

The Star memberitakan, kampanye dengan nama Please Help Malaysia telah memperoleh 3.633 dolar Amerika Serikat (AS), sekitar Rp 51,3 juta.

Hingga penutupan pada 21 Juli mendatang, kampanye tersebut menargetkan bisa mendapat donasi 100.000 dolar AS, atau Rp 1,4 miliar.

Nik dalam laman itu menyatakan, setelah penutupan, seluruh hasil donasi bakal diserahkan kepada pemerintah melalui Kementerian Keuangan.

"Saya tahu bahwa saya adalah orang asing. Namun, percaya lah, saya tidak akan mengantongi sepeser pun donasi ini," tegasnya.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved