Dugaan Penculikan Anak di Kupang
Ini Alasannya Kenapa Anak Jaksa Diculik. Ayah Richard Akui Pernah Tolak Uang Damai
Lebih jauh Kundrat menjelaskan, kasus Dana Desa Noenasi tinggal menunggu jadwal persidangan dari pihak pengadilan.
Penulis: Dion Kota | Editor: Bebet I Hidayat
Laporan Reporter Pos-kupang.com, Dion Kota
POS-KUPANG.COM|KEFA -- Kasi Pidana Khusus Kejari TTU, Kundrat Mantolas mengaku senang anaknya, Richad Mantolas ( 4) akhirnya bisa ditemukan, Selasa ( 29/5/2018) malam dalam keadaan sehat.
Dirinya mengaku tak menyangka jika motif kasus penculikan anaknya terkait Kasus Dana Desa Noenasi, Kecamatan Miomaffo Tengah yang sedang ditangani Kejari TTU.
Kepada pos-kupang.com melalui sambungan telepon, Rabu (30/5/2018) pagi, Kundrat menyesalkan kenapa harus anaknya yang tidak mengetahui duduk persoalan kasus tersebut yang harus menjadi sasaran.
Baca: BREAKING NEWS: Polisi Amankan Otak Penculikan Anak Jaksa. Ini Sosoknya!
Baca: HAH! Pelaku Penculikan Anak Jaksa Adalah Ibu-ibu Berusia 40 Tahun dari Kampung Baru
Baca: Kapolres Kupang Kota Merasa Lega Setelah RIchard Tiba Di Kupang
Kundrat mengaku saat ini anaknya sudah berada di rumah dan dalam keadaan sehat. Untuk memastikan keadaan psikoligisnya tak terganggu,
Kundrat berencana membawa sang buah hati ke psikolog untuk memulihkan mentalnya pasca mengalami penculikan.
Dirinya juga sudah berkomunikasi dengan Kapolres Kupang Kota terkait pengamanan keluarganya yang merupakan warga Kota Kupang.
Dalam komunikasi tersebut, Kapolres Kupang Kota mengaku siap melindungi dan menjaga keamanan warga kota kupang termaksud keluarga Kundrat Mantolas.
"Ke depan saya akan perketat pengaman di rumah untuk memastikan keluarga saya aman. Saya juga sudah bicara dengan pak Kapolres terkait keselamatan keluarga saya dan beliu memastikan hal tersebut menjadi tanggungjawab pihak kepolisian," ujarnya.
Baca: Warga Berusaha Pukul RK, Otak Penculikan Richard. Tega Sekali Ko. Dasar Perempuan Tidak Punya Hati
Dana Desa
Lebih jauh Kasi Pidana Khusus Kejari TTU ini menjelaskan, kasus Dana Desa Noenasi tinggal menunggu jadwal persidangan dari pihak pengadilan.
Dalam kasus tersebut, penyidik menetapkan tiga orang tersangka yaitu, Kepala Desa Noenasi, Milikheor Pot Aomenu, Sekertaris Desa, Siprianus Olin, dan suplair, Frantiana Kore yang menjadi otak pencurian Richad Mantolas.

Dalam penyelidikan kasus tersebut, penyidik menemukan adanya selisih antara pembayaran dan keadaan rill fisik di lapangan terkait pekerjaan pembukaan jalan baru.
Dari hasil perhitungan penyidik, kasus tersebut menyebabkan negara dirugikan sekitar Rp 400 juta lebih.
Baca: Postingan Terakhir Terduga Pelaku Penculikan Anak Jaksa di Akun Facebook, CN Mengatakan Sesuatu
Baca: Nety Ernaningsih Merasa Legah Anaknya Telah Ditemukan
Kundrat mengaku memang sempat didekati oleh beberapa oknum yang disuruh para tersangka dengan menawarkan sejumlah uang untuk menutup kasus tersebut.
Namun dirinya menolak tawaran tersebut. Diduga, karena sakit hati tawaran "damainya" ditolak, Frantiana Kore nekad menculik Richad Mantolas.
"Saya memang pernah didekati oleh beberapa perantara yang disuruh tersangka dengan maksud untuk meminta saya menghentikan kasus tersebut. Namun saya menolak. Saya curiga karena tersangka sudah buntu makanya nekat menculik anak saya," ungkap Kundrat.

Pelaku Adalah Kontraktor
Tak disangka-sangka ternyata pelaku penculikan terhadap anak jaksa, Richard Mantholis (4), adalah seorang ibu-ibu.
Bahkan, disebut-sebut, ibu berinial RK (40) yang dikenal sebagai kontraktor ini sebagai dalang dari penculikan putera pertama Kasi Pidsus Kejari Timor Tengah Utara (TTU) Kunrad Mantholis, pada Senin pagi (28/5/2018).
RK dibekuk Tim Gabungan Polres Kupang Kota dan Polda NTT dalam waktu 30 jam sejak kejadian.
Polisi pun berhasil menangkap dua tersangka berikut mobil Avanza putih yang diduga dipakai untuk menculik bocah berusia 4 tahun tersebut.
Richad diduga diculik oleh tiga orang yang tidak dikenal menggunakan mobil Toyota Avanza warna putih pada Senin sekitar pukul 06.30 Wita, saat bermain di sekitar rumahnya setelah bersama pengasuh mengantar ibunya dan mampir di warung yang berada di samping rumahnya.
Baca: Mau Beli Mesin Cuci Murah? Di Hypermart dengan harga Rp 899 Ribu
Baca: WOW! 152 juta Warga Indonesia Akan Menggunakan Hak Pilih pada Pilkada Serentak 2018
Polisi juga berhasil menyelamatkan korban dan mempertemukannya dengan keluarga pada Selasa (29/5/2018) malam.
Kapolres Kupang Kota, AKBP Anton C. Nugroho mengungkapkan, empat tim yang melakukan pengembangan kasus dan memburu pelaku berhasil menangkap dua pelaku terduga penculik Richad.
Korban penculikan, Richad Mantholas, lanjut AKBP Anton, saat ini dalam keadaan sehat dan berada di wilayah Kefamenanu. Sedangkan pelaku yang ditangkap di Kupang, dan di Kefamenanu saat ini telah ditahan di Mapolres Kupang Kota.
Terduga pelaku penculikan CN (40), seorang pria yang berprofesi sebagai wiraswasta ditangkap oleh tim gabungan di wilayah Bimoku, Kupang.
Sedangkan terduga lainnya RK, perempuan berusia 40 tahun ditangkap di wilayah Kefamenanu, Kabupaten TTU.
RK diketahui merupakan warga Kampung Baru, Kelurahan Aplasi, Kecamatan Kota Kefamenanu, TTU.
Bersama dengan pelaku CN, barang bukti satu unit mobil Toyota Avanza G dengan nomor polisi DH 1571 AN warna putih juga telah berada di halaman belakang Mapolres Kupang Kota. (pos-kupang.com/bet)