Anak Dari Robert F Kennedy Temukan Kejanggalan Paska Kematian Ayahnya Sejak 50 Tahun Lalu
Anak dari Robert F Kennedy temukan kejanggalan paska kematian ayahnya sejak 50 tahun lalu. Begini faktanya.
Paul Schrade yang malam itu turut menjadi korban penembakan namun akhirnya sanggup lolos dari maut, turut menyangsikan bahwa Sirhan Sirhan merupakan dalang kematian Kennedy.
Mengapa Burung Tidak Memiliki Gigi?
Malam itu, Schrade ditembak tepat di kepalanya, dan ia mengenang bagaimana malam mengerikan itu terjadi, "Sirhan tidak berada di belakang Kennedy, ia berada di depan Kennedy, ia melepaskan dua tembakan dan tidak menyasar Kennedy melainkan menembak saya."
Seperti Kennedy Jr., Schrude juga menyerukan agar polisi menggelar penyelidikan terbaru.
Hal ini juga didukung oleh sejarawan, Doug Wead.
"Sebagai seseorang yang menulis buku-buku sejarah, kita jelas tidak dapat mempercayai sejarah seutuhnya, dan saya mendukung apa yang dilakukan Kennedy Jr. dalam hal ini," tutur Wead.
Kennedy Jr. mengunjungi Sirhan di penjara tahun lalu. Selama tiga jam ia menginterogasi Sirhan.
Serangan Asteroid Musnahkan Nyaris Seluruh Penghuni Bumi, Satu Mahluk Hidup Berhasil Bertahan, Apa Sebabnya?
Ia tidak mengungkapkan detil pembicaraan apa yang telah mereka obrolkan namun ia meyakini pasti Sirhan bukanlah pembunuh ayahnya.
Saudara Sirhan, Munir, bersyukur mengetahui Kennedy Jr. berada di pihaknya, "Baik Sirhan maupun saya sangat gembira mendengar hal ini. Barangkali kini, kita memiliki kesempatan membuat banyak orang menyadari apa yang sebenarnya terjadi malam itu."
Sementara bukti bahwa Sirhan diragukan sebagai dalang pembunuhan Robert F. Kennedy kian menguat, di sisi lain bukti bahwa ia merupakan pembunuhnya tidak lantas dapat dienyahkan begitu saja: Sirhan mengaku bersalah sebagai pembunuh RFK. Ia juga diketahui dilatih untuk melakukan pembunuhan RFK malam itu, dan Sirhan membawa senjata di TKP pembunuhan.
Dan pada akhirnya, seperti halnya kematian sang kakak, John F. Kennedy, pembunuhan Robert F. Kennedy hingga kini masih jadi perdebatan dan tetap sulit untuk dipahami. (*)