Aneh, Data Puluhan Ribu Pemilih yang Bersalah Tak Terungkap Dalam Pleno DPT TTS
Aneh, data puluhan ribu pemilih yang bersalah tak terungkap dalam pleno DPT Kabupaten TTS.
Penulis: Dion Kota | Editor: OMDSMY Novemy Leo
Baca: Meski Tak Pakai Komputer, Kepala Sekolah Ini Optimis Siswanya Siap Hadapi UN
Baca: Kepala Sekolah SMP 5 Kupang Pasrah Tak Bisa Selenggarakan UNBK
Baca: Heboh! Jaksa Cantik Shirley Manutede Ajak Perempuan Jadi Good Driver, Apa Maksudnya?
"Kita sudah lakukan perekaman, dan sisa cetak e-KTP nya. Jika sudah selesai dicetak e-KTP warga binaan Rutan Soe akan kita antar," janjinya.
Saat sedang diwawancara pos kupang, Komisioner KPU, Romi Dau dan dua orang staf KPU datang untuk menyerahkan flesh disk yang berisikan data 54.031 pemilih bermaslah.
Data tersebut selanjutnya akan diverifikasi pihak Disdukcapil guna dipastikan mana pemilih yang sudah memiliki KTP dan mana yang belum.
Romi Dau yang dikonfirmasi terkait data 54.031 pemilih yang bermasalah mengaku sudah menyerahkan data tersebut ke Disdukcapil. Data tersebut menurut Romi, diserahkan ke Disdukcapil selang beberapa hari setelah menyerahkan data 10.072 pemilih bermasalah hasil coklit.
Dirinya beralasan karena kesibukan tidak sempat mengecek perbaikan data tersebut ke Disdukcapil hingga pleno tingkat propinsi belum lama ini.
"Staf saya yang antar data tersebut. Memang setelah diantar kami lupa melakukan pengecekan karena kesibukan kami. Hari ini kami antar lagi flesh disk yang berisikan data 54.031 pemilih bermasalah hasil sinkronisasi data DP4 dari Dirjen Dukcapil dan DPT pemilu terakhir. Kami berharap pihak Dukcapil bisa membantu untuk melakukan verifikasi data tersebut untuk diplenokan ditingkat Propinsi NTT, " ungkap Romi.
Baca: Wow! Meski Hamil Besar, Jaksa Perempuan Henderina Malo Berani Hadapi Ratusan Pendemo
Baca: Henderina Malo Kasih Tips Bagaimana Perempuan Bisa Jadi Inspirasi Bagi Banyak Orang
Baca: Sttt, Dokter Perempuan Yovita Anike Mitak ini Ungkap Rahasia Keluarganya
Menanggapi permintaan KPU tersebut, Sekertaris Disdukcapil, Apris Manafe yang juga hadir dalam pertemuan tersebut mengatakan, lima hari yang tersisa untuk melakukan verifikasi data 54.031 pemilih bermasalah tersebut merupakan pekerjaan yang sulit.
Namun dirinya berjanji akan bekerja secara maksimal untuk melakukan verifikasi data tersebut.
Dirinya akan melakukan koordinasi dengan Kepala Dinas guna mencari solusi terbaik guna mempercepat proses verifikasi.
"Pak kadis masih tugas luar ke Surabaya. Nanti kami koordinasi dengan pak kadis untuk mencari solusi guna mempercepat verifikasi data ini," pungkasnya. (*)