Mengenal Dwight David Eisenhower, dari Buruh Pabrik, Petugas Pemadam Kebakaran hingga Presiden AS

Selama setahun, dia bekerja untuk membantu biaya pendidikan adiknya di universitas.

Editor: Fredrikus Royanto Bau
ISTIMEWA
Dwight David Eisenhower 

Sempat ditempatkan ke Filipina, Dwight kembali ke AS dan dipromosikan sebagai brigadir jenderal.

Dwight David Eisenhower bersama pasukan
Dwight David Eisenhower bersama pasukan (ISTIMEWA)

Baca: Angkat Jari Bersama Paslon, ASN Malaka Diperiksa Panwas lalu Bersumpah tak akan Ulangi

Memasuki fase Perang Dunia II, Dwight terpilih menjadi komandan pasukan AS di Eropa, mengalahkan 366 perwira senior lainnya.

Juli 1942, dia menjadi panglima tertinggi Angkatan Bersenjata dan memimpin Operasi Obor, invasi Sekutu ke Afrika Utara pada 8 November 1942, dan berhasil menyelesaikannya pada Mei 1943.

6 Juni 1944, Dwight memimpin pasukan Sekutu dalam invansi Normandia, dan mendapat pangkat bintang lima.

Setelah Jerman menyerah pada 1945, dia kembali ke rumahnya dan menerima sambutan sebagai pahlawan.

Pada usia 58 tahun, dia terpilih sebagai rektor Universitas Columbia hingga Desember 1950, karena dia menerima penunjukkan sebagai Komandan Tertinggi Sekutu dari Pakta Pertahanan Atlantik Utara ( NATO).

Dari situlah, dia mendapat tawaran dari Partai Republik untuk mencalonkan diri sebagai Presiden Amerika Serikat. (Kompas.com)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul, Biografi Tokoh Dunia: Dwight D Eisenhower, Presiden AS ke-34

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved