Bahasa dan Kekacauan Babilonik

Tapi kata-kata tak berdosa. Dia tak punya agama, jenis kelamin, ideologi, partai, dan kepentingan. Dia netral, bebas, merdeka.

Editor: Dion DB Putra
ilustrasi

Jika prinsip-prinsip itu diwujudkan, maka bahasa Indonesia bukan saja sarana melainkan juga sumber pemahaman. Dia adalah jembatan perbedaan, jalan keluar atas berbagai konflik akibat kesumpekan pemahaman dan cara yang keliru dalam menyikapi ketaksepahaman dan kesalahpahaman.

Dengan melibatkan pemahaman yang benar, toleran dan demokratis, bahasa yang ita pakai dapat mengabdi kepada kebenaran demi kebaikan bersama. Sumpah Pemuda adalah filosofi, rujukan sekaligus tujuan perjuangan bangsa Indonesia dalam mewujudkan cita-cita itu.*

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved