Berita Timor Rote Sabu
Empat Desa di TTS Alami Kekeringan Tapi Bantuan Air Bersih Tak Bisa Sampai kesana
Pasalnya infrastruktur jalan ke empat desa itu sangat buruk sehingga mobil tangki air milik BPBD yang akan mensuplay air bersih kesana
Penulis: omdsmy_novemy_leo | Editor: Rosalina Woso
Laporan Wartawan Pos-Kupang.Com, Novemy Leo
POS-KUPANG.COM, SOE--EMPAT dari 74 desa di TTS yang mengalami masalah kekeringan dan terancam gagal tanam dan panen, terisolir sehingga tidak bisa mendapat bantuan air bersih dari tim BPBD.
Pasalnya infrastruktur jalan ke empat desa itu sangat buruk sehingga mobil tangki air milik BPBD yang akan mensuplay air bersih kesana tak bisa tembus ke desa dimaksud.
Kepala BPBD Kabupaten TTS, Adi Tallo, mengatakan, keempat desa dimaksud yakni Desa Boti di Kecamatan Kie dan tiga desa lainya yakni Nunleu, Toi dan Fatununu di Kecamatan Amanatun Selatan.
Menurut Adi, sebelumnya data dinas ketahanan pangan TTS menyebutkan ada 64 desa di 13 kecamatan yang mengalami kekeringan dan terancam gagal tanam dan panen. Setelah pihaknya turun mengecek ke wilayah itu, ternyata jumlahnya bertambah menjadi 74 desa pada 17 kecamatan di TTS.
Karena itu, langkah antisipasi telah dilakukannya, antara lain mensuplay kebutuhan air bersih ke masyarakat di 74 desa dimaksud.
Tim BPBD sudah sebulan turun ke sejumlah desa, namun mereka menemukan kendala. Setidaknya, hingga Selasa (17/10/2017) ini ada empat desa yakni Boti, Toi dan Nunleu damn Fatununu yang tidak bisa mendpatkan intervensi air bersih.
"Empat desa itu terisolir, kondisi jalannya sangat buruk sehingga mobil tangki air BPBD tidak bisa masuk sampai ke tengah desa. Kami tidak bisa memaksan masuk, kalau dipaksa masuk maka beresiko bagi kendaraan, kendaraan bisa terjungkal dan bisa ada korban jiwa. Karena itu sampai sekarang tiga desa itu belum mendapatkan penyaluran air bersih," kata Adi. (*)