Berita Kota

VIDEO: Begini Utaran Hati Pasukan Pemadam

Terkait kendaraan, jujur, kata Jibrael masih sangat kurang terutama tangki suplai. Karena tangki mobil pemadam

Penulis: Yeni Rachmawati | Editor: Rosalina Woso

Laporan Wartawan Pos-Kupang.com, Yeni Rachmawati

POS-KUPANG.COM, KUPANG --Wakil Komandan Regu, Jibrael Ndun, ketika ditemui sedang menjalankan tugas piket, mengutarakan beberapa kendala yang dihadapi saat menjalankan tugas.

Terkait kendaraan, jujur, kata Jibrael masih sangat kurang terutama tangki suplai. Karena tangki mobil pemadam kapasitasnya hanya 2.000 sampai 3.000 liter saja.

Selain itu jarak tempuh seperti jalan yang dilalui misalnya jalan umum, bukan jalan khusus mobil pemadam sehingga harus memerhatikan kendaraan lain.

"Itulah yang membuat masih kurangnya pemahaman masyarakat ketika terjadi kebakaran bahwa pemadam yang salah. Tapi kami tetap menerima bila ada rasa ketidakpuasaan yang muncul dari masyarakat," tuturnya.

Jalan-jalan yang di gang juga terlalu sempit, banyak mobil yang hancur karena jalan yang sempit.

"Menyangkut pengalaman sumber daya dari personil yang ada, masih kurang sehingga harus dibekali dengan berbagai keterampilan. Pemerintah harus melihat sdm dan perlu ditingkatkan, tidak hanya di dalam tapi juga pelatihan di luar untuk menambah pengetahuan," ujarnya.

Sebagai komandan regu dirinya harus stand by bila terjadi kebakaran. Karena musibah itu tidak pernah di duga. Kadang kebakaran kecil dan besar.

"Bila terjadi kebakaran besar maka dirinya yang sedang lepas piket bersama regu akan dipanggil untuk membantu teman yang sedang piket. Hp harus selalu aktif, tidak bisa off," ujarnya.

Kesibukan lain di luar ini, diakuinya tidak ada karena fokus sebagai petugas pemadam saja.

Mengingat tugas yang diembani cukup berat, karena jika tidak siap maka diri sendiri yang akan celaka. Bila sudah celaka bagaimana bisa membantu orang lain.

"Kami siang atau malam tidur di sini. Mau angin kencang, debu tetap siaga di sini. Ini sudah menjadi tanggung jawab. Piket 1 kali 24 jam tapi juga istirahat secara bergantian, ada yang siaga ada yang istirahat," katanya di parkiran mobil pemadam.

Ia bercerita regu selalu siaga walaupun tidak terjadi peristiwa.

Terkadang dua kali 24 jama ia dan rekan tidak pulang ke rumah karena tugas belum selesai.

Contohnya kebakaran yang terjadi di gudang cay cong Osmok sampai dua hari tidak pulang.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved