Perawat Puskesmas Se-Kota Kupang Ikut Workshop Standard Asuhan Keperawatan

Workshop yang berlangsung di Hotel Neo, Jl Piet A. Tallo Kota Kupang terselenggara atas kerja sama PPNI NTT dan IPKKI NTT

Penulis: Agustinus Sape | Editor: Agustinus Sape
ISTIMEWA
Para peserta workshop foto bersama dengan para narasumber usai upacara pembukaan, Kamis (31/8/2017). 

Hal ini disebabkan banyaknya pasien  yang  putus  pengobatan  atau  menjalani  pengobatan tidak sesuai dengan petunjuk.

Di sisi lain, NTT juga masih menjadi salah satu provinsi di Indonesia Timur dengan angka Malaria tertinggi.

Tahun 2015, Annual Parasite Incidence (API) NTT  adalah 7 per 1000 dengan jumlah kasus positif adalah 36.128 orang dari 279.865 tersangka Malaria yang diperiksa (SPR =  13%).

Walaupun secara umum angka Malaria di NTT mengalami penurunan yang signifikan, secara kabupaten, API berkisar antara 0,17 per 1.000 di Kabupaten Manggarai s/d 73 per 1.000 di Kabupaten Lembata, sebagai kabupaten penyumbang Malaria tertinggi di NTT.

Wiwin Wiarsih, S.Kp., M.N dari Universitas Indonesia sedang memaparkan materi kepada peserta workshop
Wiwin Wiarsih, S.Kp., M.N dari Universitas Indonesia sedang memaparkan materi kepada peserta workshop (ISTIMEWA)

Penyakit infeksi lainnya yang juga masih menjadi perhatian serius pemerintah adalah Filariasis dan Frambusia serta infeksi saluran pernapasan. Di Provinsi lain, penyakit ini sudah dinyatakan terelimininasi, namun di beberapa kabupaten di NTT masih cukup tinggi.

Selain itu, jumlah penyakit tidak menular (PTM) terus meningkat. Kematian akibat PTM semakin meningkat dan akan terus meningkat seiring dengan pola hidup tidak sehat (diet tidak sehat dan seimbang, kurang aktivitas fisik, merokok, minum alkohol dan stress).

Hipertensi  sering  disebut sebagai  "the  silent   killer”   karena  sering tanpa  keluhan, sehingga penderita tidak tahu kalau dirinya mengidap hipertensi, tetapi kemudian mendapatkan dirinya sudah terdapat penyakit penyulit atau komplikasi dari hipertensi.

Hasil Riskesdas 2013 dan studi di Puskesmas diketahui bahwa hanya sepertiga penderita hipertensi (36,8%) yang terdiagnosa oleh tenaga kesehatan dan hanya 0,7% yang minum obat.  

Prevalensi hipertensi di Indonesia berdasarkan hasil pengukuran pada umur 18 tahun sebesar 25,8 %. Jadi cakupan tenaga kesehatan (nakes) hanya 36,8 persen, sebagian besar (63,2%)   kasus   hipertensi  di   masyarakat   tidak   terdiagnosis.   Hipertensi mengakibatkan kematian sekitar 8 juta per tahun.

Prevalensi penyakit Diabetes meningkat 2 kali dalam 5 tahun terakhir. NTT saat ini menempati  posisi  ke-4  dalam  menyumbang  prevalensi  penyakit  DM  yang  sangat mempengaruhi  kualitas hidup  pasien  DM. 

Banyak  pasien  kurang  menyadari pentingnya pengendalian DM melalui olahraga, diet dan pengobatan teratur.

Pemerintah Indonesia saat ini telah meluncurkan program:  "Indonesia  sehat dengan pendekatan  keluarga." 

Pendekatan keluarga adalah salah satu cara Puskesmas meningkatkan jangkauan  sasaran dan  mendekatkan/meningkatkan akses  pelayanan kesehatan.

Puskesmas tidak hanya menyelenggarakan pelayanan kesehatan di dalam gedung,  melainkan juga  di luar gedung dengan pendekatan keluarga dalam upaya menyelesaikan permasalahan kesehatan di wilayah kerjanya.

Pendekatan  keluarga  merupakan pengembangan dari   kunjungan  rumah oleh puskesmas dan perluasan dari upaya perawatan kesehatan masyarakat dengan kegiatan utama adalah kunjungan rumah untuk pengkajian, perawatan langsung dan promosi kesehatan.

Halaman
123
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved