Juara Melahirkan Juara Juara Ciptakan Juara, Analisis Menarik Esthon L Foenay
Mari kita maknai dan jadikan seluruh gagasan, pemikiran dan cita-cita Bung Karno sebagai bintang panutan.
Oleh: Esthon L. Foenay
Ketua Pengprov Perkemi NTT
POS KUPANG.COM -- Bung Karno dalam Pidato HUT ke-19 Proklamasi RI tahun 1964 mengatakan Vivere Peri Coloso. Sinonim "Hidup Menyerempet Bahaya." Ada pesan khusus kepada anak muda Indonesia. Hai Anak Muda, Bangkit, Bergerak dan Maju, dengan mengubah kebiasaan yang jelek, dan membangun yang baik. Kalian harus "Berani hidup dengan mengambil risiko dan bahaya" tapi jangan sampai menyerempet aturan yang ditetapkan Tuhan.
Mari kita maknai dan jadikan seluruh gagasan, pemikiran dan cita-cita Bung Karno sebagai bintang panutan. Kita tidak boleh dan tidak dapat berbalik lagi karena sebagai sebuah bangsa, kita telah mencapai "Point of No Return."
"Kasih sayang tanpa kekuatan adalah kelemahan. Kekuatan tanpa kasih sayang adalah kezaliman." Inilah moto olahraga Shorinji Kempo. Persaudaraan Beladiri Shorinji Kempo Indonesia (Perkemi), satu di antara cabang olahraga super prioritas Nusa Tenggara Timur bermimpi mewujudkan Program "Juara Melahirkan Juara, Juara Ciptakan Juara" melalui sekolah non formal atau Informal Shorinji Kempo mulai dari sekolah di desa/kelurahan sampai ke jantung kota.
Inspirasi dan ide berawal dari pokok pikiran pendiri Shorinji Kempo Nusa Tenggara Timur, Simpai Barnabas nDjurumana dan Ketua Umum Pengprov Perkemi NTT, Esthon L Foenay setelah berdiskusi serius dan lama dengan para pelatih Shorinji Kempo NTT antara lain George Hadjoh (V Dan), Dr. Ir. Alfons Theodorus, MT (V Dan), Juliana Toh (IV Dan), Melky Blegur, Jorgens Adoe dan lainnya. Mereka ini telah menjadi pelatih, pengurus dan memiliki dojo sendiri.
Berkat pembinaan yang tersistem dan terstruktur dengan disiplin yang bertanggungjawab telah menjadi nafas dalam pembinaan dan pelatihan sehingga ada prestasi yang diraih, dipertahankan dan terus ditingkatkan. Selanjutnya menjadi tradisi membanggakan yakni selalu mendulang emas di berbagai kejuaraan.
Proses ini menjadi magnet bagi generasi muda NTT untuk menekuni Shorinji Kempo sebagai media pembentukan mental dan karakter. Register Pengprov Perkemi NTT menunjukan, data jumlah anggota telah mencapai 15.000 orang kenshi/anggota yang tersebar di seluruh kabupaten/kota di NTT.
Prinsip "Lebih baik mandi keringat waktu latihan daripada mandi darah waktu bertanding" betul-betul dipedomani. Deretan prestasi yang diraih bukan lahir begitu saja, tetapi lahir dari kerja keras, kerja sama, keseriusan dalam sistem yang dibangun organisasi. Bagaimanapun prestasi yang hebat hanya lahir dari organisasi yang hebat.
Organisasi yang hebat karena diurus oleh orang-orang yang punya komitmen dan disiplin diri yang luar biasa. Dan, orang yang punya komitmen dan disiplin diri yang hebat lahir dari proses penempaan yang luar biasa dan tersistem dalam sikap rendah hati, setia, sabar, tekun dan loyal. Inilah harta dari proses penempaan yang harus diteruskan setiap atlet berprestasi kepada para penerusnya lewat program "Juara Melahirkan Juara, Juara Menciptakan Juara" di dojo.
Prestasi para atlet tidak lepas dari kendali nakhoda atau pemimpin organisasi yang merangkul dengan kesejukan dan damai dalam persaudaraan, kekeluargaan dan persahabatan. Selain itu, berani bersikap dan tegas dalam keputusan untuk tegaknya nilai-nilai kebenaran dan keadilan.
Nilai-nilai ini juga yang menjadi lokomotif organisasi untuk terus berbenah menjadi organisasi profesional dan modern dalam sistem pengelolaannya. Pemimpin yang berkarakter adalah pemimpin yang memiliki parameter yang jelas serta konsisten dalam setiap kata dan perbuatannya.
Pada PON XIX 2016 di Bandung-Jawa Barat, atlet kempo NTT raih juara umum dengan mendulang 7 emas, 1 perak, 5 perunggu. Itu catatan prestasi terkini dari sederatan prestasi sebelumnya yang telah diraih. Dua kali (2000-2001) juara umum II pada Kejurnas Antarkota, delapan kali (2002-2010) juara umum I pada Kejurnas Antarkota dengan rata-rata peserta 45-54 kota di Indonesia.
Dua kali juara umum pada Pra PON XVIII (2012) dan XIX (2014). Penyumbang dua medali emas, satu perak, dua perunggu pada SEA Games Jakarta, tiga medali emas, satu perak dan dua perunggu SEA Games Myanmar. Dua medali emas kejuaraan internasional mahasiswa di Jepang dan satu medali perak kejuaraan dunia.
Deretan fakta ini membuat PB Perkemi menetapkan Shorinji Kempo NTT mewakili Indonesia pada kejuaraan dunia di San Mateo, California, USA, 28 Juli sampai 2 Agustus 2017. Kejuaraan ini diikuti 36 negara.
Perjuangan kenshi Indonesia melawan kenshi-kenshi kelas dunia, ibarat tombak lawan tembok, yang membutuhkan perjuangan ekstra keras untuk merobohkan dominasi Jepang sebagai negara asal beladiri kempo. Kepercayaan PB Perkemi menunjuk NTT spontan didukung oleh Pemprov dan DPRD NTT dengan mengalokasikan dana Rp 2,5 miliar untuk mengikuti kejuaraan dunia tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/alet-kempo-ntt_20170306_093930.jpg)