Kamis, 7 Mei 2026

Percaya atau Tidak, Elemen-elemen Ini Dianggap Ampuh Menangkal Santet

Demikian juga di alam persantetan. Munculnya kekuatan jahat diimbangi oleh kekuatan baik para penyembuh.

Tayang:
Editor: Alfred Dama
Intisari
Elemen-elemen yang dianggap ampuh menangkal santet 

Alasannya, pada saat itu orang menjadi kurang aktif sementara di alam terjadi perubahan magnetik yang membuat gelombang santet bisa berjalan dengan mudah.

Atas dasar pengalaman sebagai pengusada (penyembuh) berbagai penyakit fisik dan nonfisik, Putra Wirawan membagi penyantet menjadi dua kelompok. Penyantet profesional dan tidak profesional.

Yang profesional pun masih dibagi dua lagi. Pertama, bisa langsung menyantet dengan kekuatan batin.

Kedua, baru bisa menyantet dengan menggunakan sarana. Misalnya minyak, silet, jarum, paku, kawat, benang,  kayu peti mati, bunga orang mati, dll.

Menurut Putra Wirawan, benda-benda yang dikirim dengan "bantuan makhluk halus itu mengalami proses dematerialisasi (perubahan bentuk).

"Pada saat dipegang oleh si penyantet, benda-benda yang akan dikirim itu masih berujud nyata, tetapi dalam perjalanan menuju sasaran menjadi tak kasat rnata. Setelah sampai sasaran benda itu kembali seperti sediakala," jelas Putra.

Sedang dalam kelompok penyantet yang tidak profesional biasanya diperlukan orang lain untuk "menanam" sarana santet diam-diam. Jika tidak sempat "ditanam", maka cukup dilemparkan saja ke halaman rumah calon korban.

Lukman melihat proses penyantetan bukanlah sesuatu yang "gelap" dan mistis. "Itu ilmiah, bisa dilogikakan, semacam proses elektrodinamika," katanya. Manusia tertentu, katanya, punya potensi mengubah materi menjadi energi.

Dengan kemampuan tertentu pula energi itu dikirimkan ke tubuh korban lewat proses elektrodinamika. Karena pada dasarnya tubuh manusia mengandung muatan-muatan listrik, korban akan tidak kuat menahan kiriman energi yang mengenai tubuhnya.  Oleh karena itulah korban lalu menjadi sakit. (K. Tatik Wardayati/Intisari)

Halaman 3/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved