Kamis, 30 April 2026

Percaya atau Tidak, Elemen-elemen Ini Dianggap Ampuh Menangkal Santet

Demikian juga di alam persantetan. Munculnya kekuatan jahat diimbangi oleh kekuatan baik para penyembuh.

Tayang:
Editor: Alfred Dama
Intisari
Elemen-elemen yang dianggap ampuh menangkal santet 

Ketika kemudian air bak itu digunakan untuk mandi, keluhan sakitnya lantas lenyap.

Cerita di atas bukan isapan jempol lantaran dituturkari sendiri oleh si orang pintar dan penyembuh dalam cerita itu. Keduanya adalah Ibu Iin Sp, paranormal asal Bekasi dan Romo Lukman Handoyo, rohaniwan yang menggeluti dunia paranormal dengan caranya sendiri.

Induksi negatif

Kendati tampaknya tak masuk akal, kejadian macam itu masih sering dijumpai di tengah-tengah masyarakat. Bentuknya bisa macam-macam.

Tetapi umumnya bertujuan untuk mencelakakan orang lain dengan cara tidak wajar. Oleh sementara kalangan, fenomena ini disebut santet.

Secara lebih jelas, Iin menyebut santet sebagai benda yang dikirim seseorang untuk mencelakakan orang lain. Tujuannya untuk membuat orang menderita, sakit, bahkan meninggal dunia.

Namun, Drs. IGK. Putra Wirawan, terapis dan penyembuh dengan kekuatan prana "Prana Murti" punya pandangan sedikit lain.

Menurut pria yang bertutur kata lembut ini santet adalah suatu usaha atau perbuatan mempengaruhi atau mengganggu orang lain dengan tujuan tidak baik, menggunakan benda nyata atau kekuatan yang tidak kelihatan.

Lain lagi dengan Romo Lukman. Menurutnya, santet tak lebih dari induksi negatif yang ditujukan untuk mencelakakan orang lain. Atau energi alam yang dipermainkan secara tidak wajar.

Pangkal tumbuh kembangnya santet umumnya rasa sakit hati; yang entah disadari ataupun tidak, menjadi bagian dari relasi antar-manusia. Misalnya, orang sudah berbuat baik, tetapi bisa saja di mata orang lain perbuatan itu diartikan lain.

Ketika kemudian muncul kebencian yang tidak bisa diselesaikan melalui cara-cara baik, orang bisa saja berpaling ke santet.

santet
santet ()

Sudah pasti cara ini menyimpang. Oleh karena itu bentuk-bentuk penyantetan pun menjadi tak lumrah. Misalnya dengan mengirimkan sesuatu dengan cara mengendalikan dari jarak jauh.

Wujudnya bisa jarum, ani-ani, silet, gabah, kaca, rambut. “Kalau dikirim silet badan terasa tersayat-sayat, sedang rambut akan membuat mual,” papar Iin.

Dalam proses pengiriman itu, umumnya si penyantet mempelajari lebih dulu kelemahan-kelemahan calon korban. Pelaksanaan tindak ini pun bermacam-macam waktunya.

Mungkin saat hari kematian orang tua atau saudara dekat, bisa juga saat korban dilanda perasaan galau. Romo Lukman melihat malam hari adalah situasi rawan buat korban santet.

Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved