VIDEO: Herman Puji Toleransi Penumpang Alor

Kepala KSOP Tenau bersama anggota dan pihak terkait lainnya masih terus berkoordinasi untuk menyeberangkan penumpang tujuan Alor dengan baik.

Penulis: Enold Amaraya | Editor: Agustinus Sape

Laporan Wartawan Pos Kupang, Enold Amaraya

POS KUPANG. COM, KUPANG - Kapal Feri KMP. Ile Laba Lekan dengan rute Kupang-Alor harus menunda keberangkatannya pada Pkl. 12.00 WITA karena penumpang yang berangkat melebihi kapasitas.

Pantauan Pos Kupang.com, Sabtu (24/6/2017) siang itu tampak kurang lebih 500-an warga dan puluhan trek besar masih berada di dermaga Bolok belum bisa mengambil tempat di dalam kapal veri tersebut.

Kepala KSOP Tenau bersama anggota dan pihak terkait lainnya masih terus berkoordinasi untuk menyeberangkan penumpang tujuan Alor dengan baik.

Dari hasil koordinasi dengan Dirjen Perhubungan melalui telepon itu dikatakan bahwa akan ada kapal lainnya yang sudah dihubungi untuk membantu mengangkut penumpang yang lebih.

Kapal tersebut sudah dipastikan akan berangkat menuju pelabuhan Bolok.

Salah seorang warga, Artho Ladu mengeluhkan kondisi yang macet itu.

Menurutnya, trek-trek besar itu dibelakangkan, prioritaskan para penumpang karena mereka ingin lebaran bersama keluarga di Alor, kecuali keberangkatan ini bukan pada momen Hari Raya.

Beginilah situasi di Pelabuhan Tenau, Sabtu (24/6/2017).
Beginilah situasi di Pelabuhan Bolok, Sabtu (24/6/2017). (Pos Kupang/Enold Amaraya)

Momen seperti ini, lanjutnya, sudah biasa dari tahun ke tahun, seharusnya pihak Syahbandar sudah memperhatikan, pihak-pihak terkait harus membatasi penjualan ticket terlebih kepada para calo.

"Kalau dibiarkan maka akan kerepotan, penumpang tidak akan mengalah jika mereka sudah membeli ticket, tapi penumpang akan mengerti jika berani mengatakan ticket sudah tercukupi," ucap Artho.

Kepala KSOP Tenau, Herman Patiasina bersama pihak lainnya akhirnya memutuskan KMP Ile Laba Lekan berangkat pada Pkl.13.30 WITA.

Sebelumnya Herman memberikan pengumuman kepada seluruh penumpang untuk memberi kesempatan kepada penumpang muslim yang mengejar waktu untuk Sholat Ied di Alor.

Puji syukur penumpang mengerti dengan kondisi.

Menurut Herman tidak mudah memberikan pengertian kepada para penumpang

Herman salut kepada penumpang tujuan Alor itu karena memiliki toleransi yang tinggi

"Ya, itulah NTT yang indah dengan saling menghargai," ucapnya.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved