Kepala BPS NTT: Angkutan Udara Naik ke Peringkat Ketiga sebagai Komoditas Penyumbang Inflasi

Pada April 2017 komoditas angkutan udara menduduki urutan ketiga sebagai komoditas penyumbang inflasi. Kondisi ini naik dari peringkat sebelumnya.

Penulis: Yeni Rachmawati | Editor: Agustinus Sape
zoom-inlihat foto Kepala BPS NTT: Angkutan Udara Naik ke Peringkat Ketiga sebagai Komoditas Penyumbang Inflasi
POS KUPANG/YENI RACHMAWATI TOHIR
Kepala BPS NTT, Maritje Pattiwaellapia

Laporan Wartawan Pos Kupang, Yeni Rachmawati

POS KUPANG. COM, KUPANG — Pada April 2017 komoditas angkutan udara menduduki urutan ketiga sebagai komoditas penyumbang inflasi.

Namun Maret 2017 komoditas penyumbang inflasi angkutan udara naik peringkat pertama dalam menyumbangkan inflasi terbesar di wilayah NTT.

Kepala BPS NTT, Ny Maritje Pattiwaellapia, ketika menggelar Jumpa Pers Bulanan terkait Inflasi, di Aula Kantor BPS NTT, Selasa (2/5/2017), menyampaikan komoditas utama penyumbang inflasi baik di NTT, Kota Kupang dan Maumere yaitu angkutan udara.

Angkutan udara menyumbangkan inflasi di NTT sebesar 0,34 persen,  kota Kupang 0,38 persen dan dan Kota Maumere 0,05 persen. 

Maritje menjelaskan untuk wilayah NTT setelah angkutan udara diikuti sayur kangkung; 0,16 persen,  wortel 0,05 persen, tahu mentah 0,04 persen, pucuk labu; 0,03 persen dan diikuti komoditas lainnya.

Sedangkan di kota Kupang, setelah angkutan udara juga sama diikuti oleh komoditas kangkung, wortel, tahu mentah pucuk labu, diikuti komoditas lainnya.  

Komoditas penyumbang inflasi di Maumere selain angkutan udara, diikuti ayam hidup, pisang, bawang, daging babi,  tomat sayur dan lainya.

Lebih lanjut Ny Maritje menjelaskan di NTT komoditas yang menjadi penghambat inflasi yaitu ikan kembung -0, 10 persen, ekor kuning -0,08 persen, beras; -0,07 persen, cabai rawit; -0,06 persen, daging ayam ras; -0,05 persen, ikan tembang, cakalang, tomat sayur, semen dan daging ayam kampung.

Ia mengatakan, pada April 2017 NTT mengalami deflasi sebesar 0, 24 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 128, 54. Dari dua kota IHK di NTT, Kota Kupang mengalami inflasi sebesar 0,29 persen dengan IHK 129, 57 sedangkan kota Maumere mengalami deflasi 0, 17 persen dengan IHK 121, 80.

Ini berarti sejak Maret hingga April Maumere masih mengalami deflasi.

Ny Maritje juga menyampaikan Perkembangan Nilai Tukar Petani 2017.

Berdasarkan hasil pemantauan harga-harga pedesaan di NTT pada April 2017, Nilai Tukar Petani (NTP) di NTT mengalami peningkatan dibanding Maret yaitu 0,34 persen. 

Hal ini disebabkan karena naiknya indeks harga  hasil produksi pertanian dan terjadi penurunan pada indeks harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh rumah tangga.

Ditinjau per subsektor, lanjutnya, dengan membandingkan NTP April dengan NTP Maret, maka subsektor tanaman padi palawija mengalami penurunan sebesar 0, 64 persen, subsektor tanaman padi palawija mengalami penurunan sebesar 1,15 persen.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved