Aksi Demo 4 Nopember 2016 di Jakarta

Kok Tega, Mereka Jarah dan Hancurkan Warung Nasi Saya

Pecahan kaca di samping etalase, potongan kayu kaso hingga batangan besi masih tampak berserakan di lantai warung nasi di ruko Jalan Gedong Padang no

Editor: Alfred Dama
Tribunnews.com/Abdul Qodir
Sejumlah barang bukti dibawa petugas Polres Jakarta Utara saat olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di dua minimarket, Jalan Gedong Panjang, Penjaringan, Jakut, Sabtu (5/11/2016). Kedua minimarket tersebut sempat dirusak dan dijarah sekelompok orang pada Jumat (4/11/2016) malam. 

Lebih dari itu, sepeda tua milik rekannya, penjual rokok, Iskandar juga sudah berada di tengah jalan dengan kondisi hangus terbakar. "Kok tega, sepeda buat belanja orang ikut dibakar, nasi goreng baru mateng dibuang," selorohnya.

Berharap Bantuan Pemprov
Ruslani hanya duduk santai dan berbincang dengan saudaranya di depan warung saat Tribun menemuinya. Sesekali ia menoleh ke arah etalase tempat jualannya yang sudah porak-poranda.

Ia mengaku saat ini tengah bingung. Sebab, kerugian yang diderita akibat penyerangan dan penjarahan kelompok tersebut mencapai Rp10 juta. Ia tak tahu bagaimana caranya mencari modal agar bisa kembali berjualan."Kisaran kerugian materil sekitar 10 juta, yang mahal etalase bisa Rp3 juta," ujar Ruslani.

Kini, ia hanya bisa berharap ada bantuan dana dari Pemprov DKI Jakarta agar dirinya bisa kembali berjualan.

"Saya juga bingung, minta ganti ke siapa. Karena orang-orang yang melakukan anarkis itu tidak mungkin mau tanggung jawab. Jadi, paling saya hanya bisa berharap pemprov DKI mau ulurkan tangan untuk bantu ganti rugi ke saya supaya bisa jualan lagi dan menafkahir anak istri," ucap Ruslani.

Ia menceritakan, pendapatannya bisa mencapai Rp2 juta setiap hari jika kondisi pembeli ramai. "Cuma kemarin saya dagang lagi sepi baru dapat Rp300 ribu. Yah karyawan sementara menganggur, saya cuma bisa bilang ke mereka untuk sabar dulu, nunggu ada modal untuk jualan lagi," kata Ruslani.

"Ke depan hanya bisa nunggu izin dari pemilik ruko apa rukonya bisa dipakai untuk jualan lagi atau tidak, kalau boleh saya akan bereskan dan cari modal. Kalau nggak boleh, yah sementara saya menganggur. Makanya itu saya berharap bantuan pemerintah DKI Jakarta," kata Ruslani.

Ia pun berharap agar para pelaku penyerangan diproses hukum. "Saya serahkan masalah itu ke polisi," tukasnya.(tribunnews/abdul qodir)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved