Pedagang Pinang di Bajawa Merasa Dirugikan

Sejumlah pedagang (saudagar) pinang yang menggunakan jasa kapal Feri Penyeberangan Aimere-Kupang merasa dirugikan oleh petugas ASDP Aimere.

Pedagang Pinang di Bajawa Merasa Dirugikan
POS KUPANG/JOHN TAENA
Ilustrasi: Armada Kapal Ferry milik PT. ASDP Cabang Kupang, yang tidak berlayar dan hanya berlabuh di pelabuhan Bolok karena cuaca buruk. Kamis (30/7/2015) 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Teni Jenahas

POS KUPANG.COM, BAJAWA -- Sejumlah pedagang (saudagar) pinang yang menggunakan jasa kapal Feri Penyeberangan Aimere-Kupang merasa dirugikan oleh petugas ASDP Aimere.

Pasalnya, petugas meminta pungutan bagasi yang dimuat dalam kendaraan nyebrang. Semestinya, bagasi yang dimuat dalam kendaraan tidak dikenakan biaya karena sudah satu paket dengan harga tiket kendaraan.

Bagasi bisa dibayar manakala, bagasi tersebut disimpan dalam dek kapal. Apabila hal itu yang dilakukan petugas, maka pedagang tidak akan protes karena sudah sesuai aturan yang berlaku.

Hal itu dikatakan sejumlah pedagang pinang kepada Pos Kupang, Sabtu (22/10/2016). Mereka mengatakan, petugas ASDP meminta biaya atas bagasi yang dimuat dalam kendaraan yang siap berangkat.

Setahu pedagang, biaya yang dikenakan hanya kendaraan, sedangkan bagasi dalam kendaraan tidak dikenakan biaya. Namun, yang terjadi di Pelabuhan Aimere, pedagang harus membayar biaya kendaraan dan bagasi yang ada di dalam kendaraan tersebut.

Seorang pedagang yang namanya tidak mau dikorankan mengatakan, dirinya membawa muatan (pinang) dalam kendaraan. Ia sudah membeli tiket kendaraan sesuai golongan sekitar Rp 3.800.000 untuk roda enam. Lalu petugas meminta biaya lagi untuk barang yang ada dalam kendaraan tersebut. Hitungannya, Rp 129.000 per kubikasi/ton.

"Saya sudah beli tiket kendaraan untuk siap nyebrang, terus petugas minta lagi biaya bagasi yang dalam kendaraan itu. Ini kan sudah bayar double. Saya rugi pak. Bagasi bisa bayar kalau disimpan dalam dek kapal sehingga hitungannya per kubikasi. Tarif lama, Rp 129.000 per kubikasi/ton, tapi tarif yang baru sudah turun, Rp 117.000 per kubikasi/ton," kata sumber Pos Kupang.

Masih dari sumber yang sama. Ia juga menyampaikan protes kepada petugas dalam hal memberikan karcis bagasi. Katanya, ia mendapat karcis bagasi yang diberikan petugas hanya satu lembar dengan jumlah uang yang tertera dalam karcis tersebut hanya Rp 129.000 (harga normal bagasi per kubikasi/ton). Sementara, ia membayar uang bagasi sebesar Rp 4 juta.

Mestinya, petugas memberikan karcis sesuai dengan jumlah uang yang bayar. Bila penumpang membayar Rp 4 juta, maka uang yang tertera dalam karcis itu harus sama dengan uang yang diberikan. Tetapi petugas hanya memberikan satu karcis dan jumlah uang yang tertera dalam karcis hanya Rp 129.000 sesuai dengan tarif bagasi per kubikasi/ton.

Halaman
12
Penulis: Teni Jenahas
Editor: Alfred Dama
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved