Polres Kupang Kembali Selamatkan 2 TKW Bawah Umur Yang Dijual ke Banda Aceh

Tim Satgas Pemberantasan Human Trafficking Polres Kupang di Babau, kembali menyelamatkan dua TKW bawah umur asal NTT yang diperdagangkan di Kota Banda

Polres Kupang Kembali Selamatkan 2 TKW Bawah Umur Yang Dijual ke Banda Aceh
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Julianus Akoit

POS-KUPANG.COM, OELAMASI -- Tim Satgas Pemberantasan Human Trafficking Polres Kupang di Babau, kembali menyelamatkan dua TKW bawah umur asal NTT yang diperdagangkan di Kota Banda Aceh, Provinsi Nangroh Aceh Darusalam.

"Memang benar dua TKW bawah umur asal NTT berinisial DF (16) asal Kabupaten Kupang dan JM (16) asal Kabupaten TTS. Keduanya dijual ke Banda Aceh oleh semua PJTKI ilegal asal Kupang. Mereka kami jemput di Banda Aceh dan sudah tiba di Kupang, Selasa (4/10/2016) pagi," jelas Kapolres Kupang, AKBP Adjie Indra Dwiatma, SIK, melalui Kasatreskrim AKP Kurniawan Daeli, Jumat (7/10/2016) pagi.

Selain dua korban, pihaknya juga menangkap majikannya berinisial W, yang mempekerjakan kedua korban di rumahnya.

"Ini hasil pengembangan dari pemeriksaan dari tersangka N alias SN yang sudah kami tahan sejak Juni lalu. Modusnya mereka memalsukan dokumen. Dan tidak dikirim melalui PJTKI resmi," tambah Kurniawan.

Penjemputan dua korban dan penangkapan majikan, lanjutnya, berdasarkan kerjasama yang baik dengan aparat Polresta Kota Banda Aceh dengan Polda Nangroh Aceh Darusalam (NAD).

Keterangan yang disampaikan dua korban, mereka dijanjikan gaji Rp 800 ribu sampai Rp 1 juta per bulan. Dan tidak ada kontrak kerja secara resmi, tetapi kontrak secara lisan saja.

Sebelumnya awal bulan September lalu, pihaknya juga telah menyelamatkan dua korban TKW bawah umur dari Kota Medan, Sumatera Utara. Dua korban berusial 16 tahun dan 14 tahun. Jadi total TKW bawah umur yang sudah diselamatkan Polres Kupang berjumlah 4 orang.

"Dan sampai sekarang sudah 19 tersangka yang kami tahan karena terlibat mafia Human Trafficking. Kami akan terus melakukan pengembangan pemeriksaan untuk membongkar sampai ke akar-akarnya," jelas Kurniawan.*

Penulis: Juan Seli Tupen
Editor: Alfred Dama
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved